JANJI MANIS KERJA, BERUJUNG DI GARIS DEPAN UKRAINA! - Berita Dunia
← Kembali

JANJI MANIS KERJA, BERUJUNG DI GARIS DEPAN UKRAINA!

Foto Berita

Ribuan warga Afrika, termasuk lebih dari seribu warga Kenya, dilaporkan jadi korban penipuan iming-iming pekerjaan di Rusia. Bukannya jadi sopir truk atau pekerja biasa, mereka malah berakhir di garis depan perang Ukraina, dipaksa bertempur.

Ini bukan isapan jempol. Laporan National Intelligence Service (NIS) Kenya baru-baru ini mengungkap, ada lebih dari 1.000 warga Kenya yang direkrut untuk perang Rusia-Ukraina. Dari jumlah itu, 89 orang kini di garis depan, 39 dirawat di rumah sakit, dan 28 lainnya hilang tak tentu rimbanya.

Dancan Chege, seorang ayah satu anak dari Kenya, adalah salah satu yang beruntung bisa lolos. Ia mulanya dijanjikan jadi sopir truk. Namun, sesampainya di Rusia, ia langsung dihadapkan pilihan pahit: 'Di militer Rusia, kamu harus bertarung atau mati.' Chege, yang tak punya pengalaman tempur, dipaksa ikut latihan militer sebelum dikirim ke Ukraina.

Modus penipuan ini terbilang rapi. Para agen lokal dan Rusia menawarkan pekerjaan dengan gaji besar, seringkali menargetkan mereka yang sedang kesulitan ekonomi. Visa dan tiket pesawat diurus kilat. Begitu menginjakkan kaki di Rusia, impian kerja berubah jadi mimpi buruk: pakaian sipil dibakar, seragam tempur disodorkan, dan mereka dipaksa mengangkat senjata.

Kasus ini makin menyoroti kerentanan warga dari negara-negara berkembang terhadap sindikat rekrutmen tentara bayaran. Mereka dieksploitasi, dijebak dalam konflik bersenjata yang bukan urusan mereka. Ini juga menjadi lampu merah bagi pemerintah negara-negara Afrika agar lebih proaktif melindungi warganya dari praktik serupa, sekaligus peringatan keras bagi masyarakat untuk sangat berhati-hati dengan tawaran kerja di luar negeri yang terlalu menggiurkan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook