Militer Pakistan dilaporkan melancarkan serangan udara di wilayah Afghanistan. Aksi ini diklaim menargetkan kamp dan tempat persembunyian kelompok bersenjata yang dianggap ancaman. Namun, respons keras datang dari pemerintah Afghanistan yang menuduh puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat bombardir tersebut.
Serangan lintas batas ini bukan kali pertama terjadi. Pakistan kerap menuduh kelompok militan, terutama Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis operasi untuk menyerang Pakistan. Pihak Islamabad menegaskan tindakan ini adalah langkah pertahanan diri untuk mengamankan perbatasannya dari ancaman teroris yang dianggap bersembunyi di tanah Afghanistan.
Di sisi lain, pemerintah Taliban di Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan mengecam keras serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan. Mereka menegaskan fokus utama adalah korban sipil yang tak berdosa. Insiden ini berpotensi besar memperkeruh hubungan kedua negara yang sudah tegang, serta memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik di tengah kondisi kemanusiaan yang rentan di Afghanistan. Kematian perempuan dan anak-anak dalam insiden ini menambah daftar panjang korban sipil konflik berkepanjangan di wilayah tersebut, sekaligus menjadi sorotan tajam komunitas internasional.