Otoritas keamanan Amerika Serikat dan Meksiko baru saja mengungkap sebuah terowongan rahasia yang menghubungkan kota Tijuana, Meksiko, dengan San Diego, AS. Terowongan ini diduga kuat menjadi jalur utama penyelundupan narkoba dan senjata antar negara.
Yang membuat operasi ini begitu cerdik adalah lokasi pintu masuknya. Petugas menemukan lubang masuk terowongan tersebut tersembunyi di balik sebuah toko diskon palsu di Tijuana. Dari luar, toko itu tampak seperti usaha biasa, tapi di bawahnya terdapat lorong bawah tanah yang ekstensif.
Dalam penggerebekan, agen federal AS berhasil menyita kokain senilai sekitar 45 juta dolar AS (setara lebih dari Rp 700 miliar) yang siap diedarkan. Penemuan ini menjadi pukulan telak bagi sindikat narkoba internasional yang menggunakan metode canggih untuk menghindari patroli perbatasan.
Para ahli keamanan menilai, temuan ini membuktikan bahwa kartel narkoba terus berinovasi. Mereka tidak hanya mengandalkan jalur darat atau laut, tapi juga membangun infrastruktur bawah tanah yang rumit. Ini menjadi peringatan keras bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, bahwa modus penyelundupan semakin canggih dan membutuhkan kerja sama intelijen yang lebih ketat.