TRUMP FRUSTRASI IRAN, MILITER SIAP? KEDUTAAN WASPADA! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP FRUSTRASI IRAN, MILITER SIAP? KEDUTAAN WASPADA!

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras di tengah alotnya negosiasi program nuklir Iran. Ia tak menampik kemungkinan penggunaan kekuatan militer, meski mengaku enggan, sembari menegaskan, "Kadang Anda harus melakukannya." Komentar ini sontak memicu kekhawatiran eskalasi militer di Timur Tengah.

Di tengah situasi tegang ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan terbang ke Israel pekan depan, 2-3 Maret, untuk membahas hubungan dengan Iran dan Lebanon, serta rencana perdamaian Gaza. Kunjungan kelima Rubio ke sekutu dekat AS itu berlangsung saat negosiasi tidak langsung putaran ketiga antara AS dan Iran baru saja digelar di Swiss, dan putaran berikutnya dijadwalkan di Austria.

Trump sendiri pada Jumat lalu di Gedung Putih tak menutupi rasa frustrasinya atas lambatnya kemajuan perundingan. "Saya tidak senang mereka tidak mau memberi apa yang harus kami dapatkan. Saya tidak gembira dengan itu," ujarnya.

Sinyal ketegangan kian kentara dengan adanya memo internal dari Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang mengizinkan staf kedutaan meninggalkan Israel "HARI INI". Surat edaran itu, yang juga diakui oleh Kedutaan Besar AS di Yerusalem, menyebut "risiko keamanan" akibat "terorisme dan kerusuhan sipil" sebagai alasan. Meski begitu, Huckabee mengingatkan agar "tidak perlu panik." Peringatan ini mengindikasikan bahwa ketegangan di kawasan tidak hanya berkutat pada potensi konflik AS-Iran, namun juga mencakup isu stabilitas internal di Israel, yang berpotensi diperparah oleh dinamika regional.

Sebagai latar belakang, sejak Januari, AS telah mengerahkan "armada besar" termasuk dua kapal induk, USS Gerald Ford dan USS Abraham Lincoln, ke perairan dekat Iran. Trump beberapa kali juga telah mengisyaratkan kesiapan melancarkan serangan, baik untuk membatasi kemampuan nuklir Iran maupun intervensi atas protes anti-pemerintah di sana. Kondisi ini memperkuat potensi meletusnya konflik yang dampaknya bisa meluas ke seluruh kawasan, menyeret negara-negara tetangga ke dalam pusaran kekacauan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook