BANTUAN UKRAINA TERANCAM, UNI EROPA KINI BERSITEGANG HEBAT! - Berita Dunia
← Kembali

BANTUAN UKRAINA TERANCAM, UNI EROPA KINI BERSITEGANG HEBAT!

Foto Berita

Gelombang serangan mengejutkan kembali mengguncang Ukraina, sementara di sisi lain, kesatuan Uni Eropa justru diuji keras oleh veto Hungaria yang berpotensi menghambat bantuan krusial bagi Kyiv. Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik di medan perang dan keretakan koalisi Barat yang mendalam, menghadirkan tantangan baru bagi dukungan internasional untuk Ukraina.

Pada Selasa (24/2), serangkaian ledakan hebat mengejutkan Mykolaiv, kota di selatan Ukraina. Insiden ini melukai tujuh petugas polisi, dua di antaranya dilaporkan kritis. Kepala Kepolisian Nasional Ukraina, Ivan Vyhivskyi, menduga kuat serangan itu sengaja menargetkan aparat keamanan dan bukan sebuah kebetulan, mengingat ini adalah insiden kedua yang melibatkan polisi dalam tiga hari terakhir. Tak hanya itu, di kota Dnipro, sebuah kantor polisi juga dilaporkan diguncang ledakan, menyebabkan kerusakan parah pada jendela dan interior, meski beruntung tak ada korban luka.

Selain di dalam negeri, Ukraina juga memperluas jangkauan serangannya ke wilayah Rusia. Sebuah stasiun pompa minyak vital milik pipa Druzhba di Kaleykino, dekat kota Almetyevsk, wilayah Tatarstan, dilaporkan diserang drone Ukraina hingga memicu kebakaran hebat. Pipa Druzhba sendiri merupakan jalur pasokan minyak mentah Rusia ke Eropa Timur, dan serangan ini menandakan peningkatan signifikan upaya Ukraina untuk menekan infrastruktur ekonomi penting Rusia.

Di tengah ketegangan militer yang meningkat, Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin memberikan pujian atas efektivitas pertahanan Ukraina yang kerap diremehkan. Merz bahkan menyebut adanya keuntungan teritorial tak terduga pada Februari dan menegaskan bahwa ekonomi Rusia 'tercekik' oleh beban sanksi dan perang yang berkepanjangan, menunjukkan tekanan ekonomi yang nyata terhadap Moskow.

Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari Brussels. Hungaria kembali menjadi sorotan setelah memblokir paket sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia, serta menahan pinjaman masif senilai 90 miliar euro (sekitar Rp1.530 triliun) yang sangat dibutuhkan Ukraina. Veto ini sontak menjadi pukulan telak bagi konsensus pro-Ukraina di Eropa, yang selama ini berusaha keras menjaga front persatuan. Hungaria berdalih veto ini terkait sengketa pasokan minyak dengan Kyiv, namun banyak pihak, termasuk Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, menuding langkah ini sebagai upaya menahan 'seluruh UE sebagai sandera' dan hanya menguntungkan Kremlin.

Pejabat tinggi Uni Eropa, seperti Kepala Kebijakan Luar Negeri Kaja Kallas dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, secara terbuka menyatakan kekecewaan mendalam atas tindakan Hungaria. Bahkan, dalam pertemuan tertutup di Brussels, Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto dikabarkan mendapat kritik tajam dari kolega UE yang menuduh pemerintahannya memanfaatkan isu energi untuk keuntungan politik menjelang pemilu ketat pada April mendatang. Kondisi ini jelas menghambat paket sanksi ke-20 terhadap Rusia dan berpotensi menunda bantuan krusial yang sangat dinantikan Kyiv.

Di sisi lain, perkembangan politik internal Ukraina juga menarik perhatian. Mantan jenderal top Ukraina yang kini menjabat sebagai Duta Besar untuk Inggris, Valerii Zaluzhnyi, menepis pertanyaan tentang ambisi politiknya sebagai 'obrolan warung kopi'. Ia menegaskan akan membahas masa depan politiknya setelah darurat militer di Ukraina berakhir. Sementara itu, Uni Eropa terus memperkuat tekanan terhadap Rusia dengan menjatuhkan sanksi pada delapan individu baru yang diduga terlibat pelanggaran hak asasi manusia serius dan melemahkan supremasi hukum di Rusia, termasuk kepala koloni penjara dan sejumlah hakim di St. Petersburg.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook