PERANG IRAN: EROPA PANIK! ANCAMAN KRISIS EKONOMI GLOBAL - Berita Dunia
← Kembali

PERANG IRAN: EROPA PANIK! ANCAMAN KRISIS EKONOMI GLOBAL

Foto Berita

Situasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, yang kini mendekati satu bulan, memicu kekhawatiran besar di kalangan kekuatan Eropa. Dampaknya bukan sekadar eskalasi konflik, melainkan ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, tanpa ragu menyebut konflik ini sebagai “bencana” ekonomi. Bahkan, prospek pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini langsung dipangkas tajam. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pun ikut memperingatkan bahwa ekonomi global, yang tadinya diproyeksikan tumbuh, kini justru melenceng dari jalurnya.

Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris oleh OECD cukup signifikan, bahkan Uni Eropa juga terdampak. Ini terjadi seiring dengan kenaikan harga energi dan kebijakan fiskal yang lebih ketat. Faktanya, harga gas alam di Uni Eropa sudah melonjak lebih dari 30 persen sejak perang pecah, apalagi setelah serangan Israel ke ladang gas utama Iran, South Pars, dan respons Iran ke fasilitas Ras Laffan di Qatar.

Bukan cuma itu, terganggunya lalu lintas maritim di Selat Hormuz —jalur vital pengiriman energi dunia— memicu krisis energi terbesar dalam beberapa dekade. Presiden Komisi Eropa, Ursula Von der Leyen, mendesak negosiasi dengan Iran dan menyerukan diakhirinya permusuhan. Ia juga mendorong negara-negara anggota Uni Eropa untuk segera memenuhi target cadangan gas musim dingin.

Kritik pedas datang dari Jerman. Pistorius mengungkapkan bahwa AS tidak berkonsultasi dengan Jerman sebelum melancarkan serangan gabungan dengan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. “Ini bukan perang kami, dan kami tidak ingin terseret ke dalamnya,” tegas Pistorius. Ia menyoroti tidak adanya strategi yang jelas, tujuan yang terang, apalagi strategi keluar dari konflik ini. Jerman sendiri menyatakan siap mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz jika ada gencatan senjata, seraya mendesak diakhirinya konflik sesegera mungkin.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bahkan menyebut skenario perang ini “jauh lebih buruk” dari invasi Irak tahun 2003. Ini adalah panggilan darurat dari Eropa yang melihat bayangan krisis ekonomi global di depan mata, krisis yang bisa lebih parah dan lebih luas dampaknya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook