Liverpool berhasil membuktikan kapasitasnya di kancah Eropa setelah melibas raksasa Turki, Galatasaray, dengan skor telak 4-0 dalam laga perempat final Liga Champions yang berlangsung di Anfield. Kemenangan telak ini membawa skuad asuhan Arne Slot melaju ke babak delapan besar, sekaligus membalikkan ketertinggalan agregat 0-1 dari leg pertama.
Gol-gol kemenangan "Si Merah" disumbangkan oleh Dominik Szoboszlai, Hugo Ekitike, Ryan Gravenberch, dan ditutup oleh Mohamed Salah. Hasil positif ini bak oase di tengah gurun setelah performa angin-anginan Liverpool di Liga Primer Inggris, yang puncaknya membuat mereka dicemooh suporter sendiri usai ditahan imbang Tottenham akhir pekan lalu. Posisi mereka yang kini terdampar di peringkat kelima Liga Primer membuat Liga Champions menjadi satu-satunya harapan realistis untuk menyelamatkan musim sekaligus mengamankan posisi Slot.
Pelatih asal Belanda itu tampak mengambil risiko dengan mengistirahatkan beberapa bintangnya di laga liga domestik, sebuah keputusan yang terbayar lunas dengan dominasi penuh di lapangan. Kemenangan ini juga terbantu dengan cedera yang dialami penyerang kunci Galatasaray, Victor Osimhen, di awal pertandingan.
Meski demikian, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Di babak perempat final, Liverpool sudah dinanti juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG). Klub raksasa Prancis itu baru saja melumat Chelsea dengan agregat fantastis 8-2, menunjukkan kekuatan menyerang yang mengerikan. Pertemuan ini akan menjadi ujian berat bagi Liverpool, yang musim lalu juga harus menyerah di tangan PSG lewat adu penalti di babak 16 besar.
Szoboszlai sendiri mengaku senang dengan kemenangan meyakinkan ini, namun tak lupa mengingatkan bahwa PSG adalah lawan yang jauh berbeda dan akan menyajikan tantangan yang jauh lebih besar. Apakah Liverpool mampu mengulang keajaiban dan menjaga asa di Eropa?