New Delhi, India — Misi diplomatik Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, ke India tidak hanya soal minyak. Di sela-sela negosiasi energi, ia menyempatkan diri berziarah ke kampung halaman guru spiritual idolanya, Sathya Sai Baba, di Puttaparthi, India selatan.
Kunjungan Rodriguez ini merupakan yang pertama sejak ia menjabat sebagai presiden sementara, menggantikan Nicolas Maduro yang diculik militer AS pada Januari lalu. Agenda utamanya adalah memperkuat kerja sama energi, termasuk pasokan minyak Venezuela ke India. New Delhi tengah gencar mencari sumber energi alternatif di tengah gangguan pasokan akibat perang AS-Israel melawan Iran.
Namun, yang menarik perhatian adalah sisi spiritual sang presiden. Rodriguez, seperti pendahulunya, Maduro, adalah pengikut setia Sathya Sai Baba, seorang tokoh spiritual India yang kontroversial. Ia berencana mengunjungi Puttaparthi, tempat kelahiran gurunya itu.
Siapa Sathya Sai Baba?
Lahir pada November 1926 di Puttaparthi, Sathya Sai Baba adalah seorang 'godman' atau pemimpin spiritual yang mengaku sebagai reinkarnasi dari Shirdi Sai Baba. Ia terkenal di seluruh dunia pada 1970-1980-an karena ajarannya tentang 'Cintai Semua, Layani Semua'.
Pengikutnya bukan kalangan biasa. Nama-nama besar seperti Sachin Tendulkar dan Amitabh Bachchan pernah menjadi pengagumnya. Ia terkenal dengan kemampuannya 'menyulap' benda seperti cincin dan abu suci, serta klaim mampu menyembuhkan orang sakit.
Namun, di balik popularitasnya, Sai Baba juga dibayangi skandal besar. Pada 2002, parlemen Inggris mencatat adanya tuduhan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki dari para pengikutnya. BBC bahkan membuat dokumenter The Secret Swami pada 2004 yang menyelidiki kasus ini. Pada 2006, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan yang merujuk pada 'perilaku seksual tidak pantas oleh seorang pemimpin agama terkemuka'. Meski begitu, ia tidak pernah diadili secara hukum.
Setelah kematiannya pada 2011, skandal lain muncul. Koper berisi uang tunai dan emas ditemukan di kediamannya, memicu tuduhan penipuan. Pihak yayasannya membantah dan mengklaim semua pajak telah dibayar.
Analisis Dampak: Hubungan erat antara pemimpin Venezuela dengan figur kontroversial seperti Sai Baba bisa mempengaruhi citra mereka di panggung internasional. Di satu sisi, ini menunjukkan kedekatan budaya yang unik antara Amerika Latin dan India. Di sisi lain, hal ini berpotensi menjadi sorotan negatif bagi media Barat yang kerap mengkritik pemerintahan Maduro dan penggantinya. Bagi Indonesia, ini menjadi pelajaran penting bahwa hubungan diplomatik tidak hanya soal politik dan ekonomi, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh ikatan spiritual para pemimpinnya.