Banjir bandang dahsyat menerjang Maroko utara, memaksa puluhan ribu warganya mengungsi. Lebih dari 50.000 jiwa dilaporkan harus meninggalkan rumah mereka akibat genangan air yang meluas di berbagai wilayah. Bencana ini datang setelah kawasan tersebut diguyur hujan lebat selama berminggu-minggu, ironisnya, mengakhiri periode kekeringan panjang yang telah melanda selama bertahun-tahun.
Situasi ini jelas menunjukkan volatilitas iklim yang ekstrem, dari kering kerontang kini tiba-tiba terendam air. Dampak banjir tak hanya sekadar genangan, namun mengancam infrastruktur vital, mata pencarian masyarakat, serta berpotensi memicu krisis kesehatan dan kelangkaan pasokan jika penanganan darurat tidak optimal. Fenomena cuaca ekstrem seperti ini kian sering menjadi momok di berbagai belahan dunia, menegaskan urgensi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang lebih serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.