AS MUNDUR DARI SURIAH, DAMASKUS AMBIL ALIH KENDALI? - Berita Dunia
← Kembali

AS MUNDUR DARI SURIAH, DAMASKUS AMBIL ALIH KENDALI?

Foto Berita

Kabar terbaru dari Wall Street Journal, mengutip pejabat AS, menyebutkan bahwa Washington bersiap menarik mundur sekitar seribu personel militernya yang masih ditempatkan di Suriah. Penarikan ini diperkirakan rampung dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

Langkah ini menyusul penarikan pasukan AS dari pangkalan Al-Tanf di Suriah selatan pekan lalu. Pangkalan tersebut sebelumnya vital sebagai pusat operasi koalisi global melawan ISIL (ISIS) yang pernah menguasai area luas di Suriah dan Irak. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut penarikan dari Al-Tanf sebagai “transisi terencana berdasarkan kondisi yang ada”.

Yang menarik, keputusan penarikan pasukan secara luas ini ditegaskan tidak berkaitan dengan peningkatan tensi AS-Iran yang terjadi belakangan ini. Meskipun AS memang menambah kekuatan laut dan udara di wilayah Timur Tengah lainnya karena ketegangan dengan Teheran, situasi di Suriah memiliki latar belakang berbeda.

Para pejabat AS menjelaskan, penarikan ini merupakan hasil kesepakatan penting yang bertujuan menata ulang struktur keamanan Suriah dan mengkonsolidasikan kewenangan negara setelah bertahun-tahun wilayahnya terpecah. Kesepakatan tersebut mencakup integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi — mitra utama AS dalam perang melawan ISIL — ke dalam tubuh Tentara Suriah. AS melihat ini sebagai langkah besar menuju persatuan dan rekonsiliasi nasional.

Kesepakatan ini terjadi setelah pasukan pemerintah Suriah, di bawah Presiden Interim Ahmed al-Sharaa, berupaya keras mengklaim kembali kendali atas wilayah yang sebelumnya di luar otoritas Damaskus, khususnya di timur laut, tempat SDF bermarkas. Setelah bentrokan mematikan dengan SDF dan perebutan wilayah yang dikuasai Kurdi, sebuah gencatan senjata yang rapuh akhirnya disepakati pada 29 Januari. Inilah yang kemudian membuka jalan bagi negosiasi dan integrasi kedua kekuatan militer tersebut.

Bagi masyarakat Suriah, penarikan pasukan asing dan penyatuan kekuatan militer bisa jadi membawa harapan akan stabilitas jangka panjang setelah konflik bertahun-tahun. Namun, proses integrasi SDF ke dalam Tentara Suriah tentu bukan tanpa tantangan. Identitas dan otonomi Kurdi, yang selama ini diperjuangkan SDF, akan menjadi poin krusial yang perlu dikelola dengan hati-hati. Keberhasilan kesepakatan ini akan sangat menentukan wajah Suriah di masa depan, apakah akan menuju kedamaian atau justru memicu gejolak baru.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook