ISRAEL AKUI KORBAN GAZA PULUHAN RIBU, AS TERBUNGKAM? - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL AKUI KORBAN GAZA PULUHAN RIBU, AS TERBUNGKAM?

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari Gaza, menguak skala tragis konflik di sana. Israel kini secara tidak langsung mengakui jumlah korban tewas akibat operasi militernya di Jalur Gaza telah mencapai angka sekitar 70.000 jiwa. Pengakuan ini menjadi sorotan tajam, mengingat sebelumnya banyak pihak, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, sempat meragukan keakuratan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Palestina.

Pada Oktober 2023, di awal konflik, ketika korban tewas sudah mencapai lebih dari 7.000 jiwa termasuk ribuan anak, Biden sempat menyatakan keraguannya terhadap angka korban yang disampaikan Palestina. Ia bahkan menuding tidak memiliki keyakinan bahwa Palestina mengatakan kebenaran tentang jumlah korban yang meninggal. Pernyataan ini menuai kritik pedas dari aktivis hak asasi manusia, yang menilai tindakan tersebut sebagai dehumanisasi terhadap warga Palestina dan upaya untuk meremehkan penderitaan mereka.

Setelah sekian waktu berlalu dan jumlah korban terus melonjak, berbagai media Israel justru mengutip pejabat militer senior yang membenarkan bahwa angka kematian di Gaza memang sekitar 70.000. Meskipun pemerintah Israel kemudian mencoba 'mengkoreksi' pengakuan tersebut dengan mengatakan itu bukan data resmi, fakta di lapangan serta konfirmasi dari lembaga kemanusiaan dan PBB secara konsisten menunjukkan keakuratan data yang disampaikan oleh otoritas Gaza.

Lebih dari itu, sejumlah ahli bahkan memperkirakan angka kematian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari 70.000. Ini karena banyak korban hilang, kematian yang tidak dilaporkan, serta dampak tidak langsung dari blokade dan hancurnya sistem kesehatan yang vital. Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal medis The Lancet tahun lalu bahkan menyiratkan bahwa jumlah kematian di Gaza kemungkinan kurang dilaporkan hingga 41 persen.

Situasi ini bukan hanya membuka mata dunia terhadap tingkat kehancuran yang mengerikan di Gaza, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang akuntabilitas dan bahaya penyebaran keraguan terhadap laporan penderitaan manusia. Upaya untuk meremehkan angka korban tewas pada akhirnya hanya memperparah trauma dan menambah luka bagi masyarakat yang sudah sangat menderita.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook