Bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan tim nasional Maroko, Achraf Hakimi, dipastikan bakal menghadapi persidangan atas kasus dugaan pemerkosaan. Kabar ini mengejutkan publik, menyusul tuduhan yang pertama kali muncul pada tahun 2023.
Lewat unggahan di media sosial X pada Selasa kemarin, Hakimi dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. Pemain berusia 25 tahun itu menyatakan, "Hari ini, tuduhan pemerkosaan sudah cukup untuk membenarkan sebuah persidangan, padahal saya membantahnya dan segala bukti menunjukkan itu palsu." Hakimi juga menambahkan bahwa situasi ini tidak adil bagi pihak yang tidak bersalah dan juga bagi korban sebenarnya. Ia mengaku siap menanti persidangan dengan tenang, agar kebenaran bisa terungkap secara terang-benderang.
Sebelumnya, Kantor Kejaksaan Nanterre di Paris, Prancis, telah membuka penyelidikan sejak 2023 setelah seorang wanita melayangkan tuduhan pemerkosaan terhadap Hakimi. Pihak kejaksaan pada Selasa lalu telah mengonfirmasi bahwa kasus ini resmi dilimpahkan ke pengadilan.
Pengacara Hakimi, Fanny Colin, turut membenarkan perintah persidangan ini. Dalam pernyataannya kepada kantor berita AFP, Colin menyoroti bahwa tuduhan tersebut "hanya bersandar pada pernyataan seorang wanita yang menghalang-halangi semua penyelidikan, menolak pemeriksaan medis dan tes DNA, menolak ponselnya diperiksa, dan menolak memberikan nama saksi kunci."
Sementara itu, pengacara pihak penggugat, Rachel-Flore Pardo, mengatakan kliennya merasa lega kasus ini akhirnya dibawa ke pengadilan. Ia memuji penanganan yudikatif yang dinilai patut dicontoh. Namun, Pardo juga menyoroti bahwa perlakuan terhadap kasus semacam ini secara umum menunjukkan "masih ada area di mana gerakan #MeToo belum sepenuhnya menembus batas suara, terutama di dunia sepak bola pria."
Pihak klub PSG sendiri memilih untuk tidak berkomentar banyak. Pelatih PSG, Luis Enrique, saat ditanya mengenai situasi Hakimi dalam konferensi pers, hanya mengatakan, "Masalah ini ada di tangan pihak berwenang." Menariknya, Hakimi masih masuk dalam daftar skuad awal PSG untuk laga Champions League melawan Monaco yang dijadwalkan Rabu (pekan ini), menunjukkan bahwa pihak klub masih mempertimbangkannya secara profesional.
Kasus ini tentu saja menjadi sorotan tajam, tidak hanya di dunia sepak bola tapi juga di kancah hukum dan sosial. Mengingat status Hakimi sebagai atlet papan atas, persidangan ini akan membuka diskusi lebih luas mengenai kredibilitas tuduhan, hak-hak korban, serta implikasi reputasi bagi figur publik. Hasil persidangan nanti akan sangat dinantikan, dan dampaknya bisa menjalar ke berbagai aspek, dari karier Hakimi hingga cara kasus serupa ditangani di masa depan.