JERUSALEM TIMUR: RATUSAN KELUARGA PALESTINA TERANCAM DIGUSUR PAKSA - Berita Dunia
← Kembali

JERUSALEM TIMUR: RATUSAN KELUARGA PALESTINA TERANCAM DIGUSUR PAKSA

Foto Berita

Di tengah ketidakpastian itu, Kayed Rajabi, seorang pria 50 tahun, menghabiskan hari-hari terakhirnya di satu-satunya rumah yang ia kenal seumur hidupnya. Dari atap rumahnya di lingkungan Batn al-Hawa, Silwan, ia memandang Masjid Al-Aqsa yang hanya sepelemparan batu. “Asap, asap, asap,” kata Rajabi cemas sambil memegang rokok. “Hanya itu yang bisa kami lakukan.”

Kayed, yang sehari-hari bekerja sebagai penyapu jalan untuk kota Yerusalem, kini berhenti bekerja. Ia takut keluarganya akan diusir dari rumah saat ia tidak ada. Anak-anaknya, dan juga anak-anak dari keluarga lain yang terancam penggusuran, tidak lagi bersekolah. Rasa takut menyelimuti semua orang, khawatir apa yang akan terjadi jika mereka meninggalkan rumah walau sesaat, bahkan untuk menikmati momen terakhir kebersamaan mereka.

“Saya berumur 50 tahun. Saya lahir di sini,” ujar Rajabi sambil menatap lembah Silwan. “Saya membuka mata di rumah ini. Tawa, kesedihan, kebahagiaan, dan semua teman serta orang yang saya cintai ada di lingkungan ini.” Untuk sesaat, ia terdiam, hanya suara merpati di kandang di atap yang ia rawat bersama adiknya, Wa’il (44), yang mengisi kesunyian.

“Hari ini, rumah yang menjadi impian saya, yang menyimpan semua kenangan saya – mereka ingin menghancurkannya dalam sekejap dan menempatkan pemukim di tempat kami. Ini adalah luka hati yang sangat besar, rasa sakit yang tak bisa Anda bayangkan. Ini bukan sekadar bangunan atau properti yang akan dihancurkan – ini adalah kenangan yang ingin mereka hapus,” tambahnya.

Pada pergantian tahun, Mahkamah Agung Israel secara resmi menolak banding terakhir dari 150 warga Palestina yang tersebar di 28 keluarga di lingkungan Batn al-Hawa, Silwan, yang menghadapi pengusiran. Totalnya, sekitar 700 penduduk dari 84 keluarga di lingkungan tersebut kini menghadapi ancaman penggusuran paksa. Organisasi non-pemerintah Israel, Ir Amim, menyatakan bahwa ini akan menjadi pengusiran terkoordinasi terbesar warga Palestina dari satu lingkungan di Yerusalem Timur sejak dimulainya pendudukan Israel pada tahun 1967.

Khusus untuk keluarga besar Rajabi, 24 rumah mereka masuk dalam daftar perintah penggusuran, berdampak pada sekitar 250 orang. Pada 12 Januari, 28 keluarga yang mengajukan banding menerima surat resmi dari kantor eksekusi Israel di bawah Kementerian Kehakaman, menuntut mereka mengosongkan rumah dalam waktu 21 hari. Bahkan, keluarga Khalil al-Basbous, tetangga Rajabi, sudah lebih dulu diusir secara paksa sebagai dampak dari keputusan pengadilan terbaru ini.

Selama puluhan tahun, atap rumah Rajabi dan adiknya selalu menjadi tempat berkumpul bagi keluarga dan tetangga, menikmati sarapan dan minum teh sambil memandang Masjid Al-Aqsa. “Anda akan menemukan 50 anggota keluarga saya datang kemari, dan kami akan memenuhi lingkungan dengan perayaan Ramadan dan Idul Fitri kami,” kenang Rajabi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook