PILKADA AS MEMANAS: 6 NEGERI SIAP TEMPUR DI 'SUPER SELASA' - Berita Dunia
← Kembali

PILKADA AS MEMANAS: 6 NEGERI SIAP TEMPUR DI 'SUPER SELASA'

Foto Berita

Jakarta, 4 Juni 2025 – Panggung politik Amerika Serikat kembali memanas. Enam negara bagian, termasuk California dan Iowa, menggelar pemilihan pendahuluan (primary) pada Selasa ini. Ajang ini menjadi penentu siapa yang bakal bertarung dalam pemilu sela (midterm) November mendatang.

Hari pemungutan suara ini dijuluki 'Super Selasa' mini karena menjadi salah satu hari primari terpadat tahun ini. Lebih dari 74 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS diperebutkan. Hasilnya bisa mengubah peta politik sisa masa jabatan Presiden Donald Trump.

Yang dipertaruhkan adalah kendali penuh atas Kongres. Semua kursi DPR dan sepertiga kursi Senat akan diperebutkan pada November. Partai Demokrat berambisi merebut mayoritas di kedua kamar dari tangan Republik.

Duel Sengit di Iowa dan New Jersey

Salah satu laga paling seru terjadi di Iowa. Senator petahana dari Partai Republik, Joni Ernst, pensiun setelah lebih dari satu dekade menjabat. Ini membuka peluang emas bagi Demokrat untuk 'mencuri' kursi Senat di negara bagian yang selama ini merah (kubu Republik).

Dua kader Demokrat, Josh Turek dan Zach Wahls, bertarung sengit untuk menjadi calon. Turek yang lebih moderat diunggulkan oleh petinggi partai. Sementara di kubu Republik, Ashley Hinson—pendukung setia Trump—menjadi andalan.

Tak kalah menarik, New Jersey yang punya 12 kursi DPR juga jadi sorotan. Petahana Republik, Tom Kean Jr., maju tanpa lawan di internal partainya. Namun, catatan bolos voting di DPR bisa menjadi bumerang baginya di pemilu nanti.

Analisis: Mengapa Ini Penting?

Pemilu sela AS selalu menjadi referendum atas kinerja presiden yang sedang menjabat. Jika Demokrat berhasil menguasai Kongres, mereka bisa menghambat kebijakan Trump di sisa masa jabatannya. Sebaliknya, jika Republik bertahan, Trump akan leluasa menjalankan agenda politiknya.

Yang unik, California menerapkan sistem 'top-two' nonpartisan. Dua kandidat dengan suara terbanyak, dari partai mana pun, akan maju ke November. Ini bisa menghasilkan kejutan jika ada kandidat independen yang kuat.

Para pengamat menilai, tingginya angka ketidakhadiran pemilih (abstain) di pemilu sela sebelumnya menjadi tantangan. Partai yang mampu memobilisasi basis pemilihnya di Selasa ini akan memiliki modal besar untuk November.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook