IRAN TERCEKIK EKONOMI: INTERNET PADAM, NASIB RAKYAT TERGANTUNG? - Berita Dunia
← Kembali

IRAN TERCEKIK EKONOMI: INTERNET PADAM, NASIB RAKYAT TERGANTUNG?

Foto Berita

Puluhan juta warga Iran kini tengah menghadapi cobaan berat. Sudah lebih dari empat minggu, mereka harus berjuang di tengah bayang-bayang dampak “perang Amerika Serikat-Israel” yang disebutkan menimpa negara mereka, ditambah lagi dengan krisis ekonomi yang makin melilit dan pemadaman internet terpanjang dalam sejarah Iran.

Situasi ekonomi di Iran benar-benar tertekan. Inflasi sudah mencapai sekitar 70 persen sebelum konflik, bahkan harga pangan melonjak hingga lebih dari 100 persen. Ini membuat daya beli masyarakat anjlok drastis, bahkan untuk kebutuhan pokok sekalipun. Pedagang di Grand Bazaar Tehran, misalnya, melaporkan penjualan mereka hanya sepertiga dari biasanya, padahal ini adalah periode tersibuk menjelang libur Nowruz (Tahun Baru Persia). Banyak bisnis terpukul parah, pendapatan menurun drastis, bahkan ada yang terpaksa merumahkan karyawannya sementara.

Pemerintah memang berupaya menanggapi dengan memotong pengeluaran dan menaikkan upah minimum sebesar 60 persen, serta memberikan subsidi tunai. Namun, lonjakan harga yang tak terkendali, terutama setelah perang 12 hari dengan Israel dan AS pada Juni lalu, membuat bantuan tersebut terasa tidak cukup. Pajak juga dilaporkan naik signifikan tahun ini, menambah beban masyarakat dan pengusaha.

Ketidakpastian makin menjadi-jadi karena pemadaman internet yang berkepanjangan. Ini bukan kali pertama Iran mengalami gangguan akses internet tahun ini; sebelumnya ada karena perang di bulan Juni dan protes besar-besaran di Januari, serta masalah polusi udara akibat krisis energi. Padamnya internet tentu melumpuhkan banyak sektor dan memperparuk aktivitas ekonomi.

Analisis: Krisis ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor. Selain dampak langsung dari konflik yang disorot, Iran sudah lama bergulat dengan sanksi “tekanan maksimum” dari Amerika Serikat sejak 2018, diperparah oleh korupsi dan salah urus internal yang menggerus ekonomi. Akibatnya, pekerjaan layak makin sulit dicari dan harga-harga terus meroket. Banyak keluarga kini hidup dengan menipiskan tabungan, bahkan ada yang memilih meninggalkan Tehran dan kota besar lainnya demi mencari keamanan, menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Ini menunjukkan bagaimana gejolak geopolitik dan kebijakan internal berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga, menciptakan krisis kemanusiaan di balik angka-angka ekonomi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook