MEKSIKO GEGER! PENGUASA NARKOBA TUMBANG, KEKACAUAN MEREDA? - Berita Dunia
← Kembali

MEKSIKO GEGER! PENGUASA NARKOBA TUMBANG, KEKACAUAN MEREDA?

Foto Berita

Suasana di Meksiko sempat mencekam setelah kabar tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, atau yang dikenal dengan julukan "El Mencho", bos dari Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG). Operasi penangkapan yang berujung kematian salah satu raja narkoba paling berbahaya ini, ternyata memicu amarah kartel lain dan serangkaian aksi balas dendam di berbagai wilayah.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, baru-baru ini menyatakan bahwa ketenangan mulai pulih di negaranya. Ia memastikan bahwa berbagai barikade jalanan darurat yang didirikan oleh kelompok kriminal sudah berhasil disingkirkan. Pernyataan ini disampaikan Sheinbaum setelah rentetan insiden kekerasan yang melibatkan kartel narkoba pasca-penyerbuan yang menewaskan El Mencho pada Minggu lalu.

Sekretaris Keamanan, Omar Garcia Harfuch, dalam konferensi pers bersama Presiden Sheinbaum, mengungkapkan data mengerikan. Sebanyak 25 anggota Garda Nasional tewas dalam baku tembak sengit dengan kelompok kriminal di negara bagian Jalisco. Tak hanya itu, 30 terduga anggota kartel juga tewas dalam bentrokan serupa di Jalisco, serta empat orang di Michoacan.

“Yang terpenting sekarang adalah menjamin kedamaian dan keamanan seluruh masyarakat, seluruh Meksiko,” tegas Sheinbaum, seraya menambahkan bahwa kondisi telah membaik dan Meksiko "tenang" setelah operasi hari Minggu itu. Namun, seorang warga anonim dari Aguililla, Michoacan, menggambarkan suasana yang berbeda: “Awalnya ada baku tembak besar, lalu satu lagi, dan satu lagi… Tapi mereka tidak bisa maju karena para tentara menghentikan mereka.”

Operasi terhadap El Mencho ini datang di tengah tekanan yang meningkat dari Amerika Serikat agar Meksiko lebih agresif memerangi kelompok perdagangan narkoba. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tewasnya pemimpin kartel tingkat tinggi di masa lalu seringkali hanya berdampak kecil pada perdagangan narkoba itu sendiri. Bahkan, kondisi ini kerap menciptakan kekosongan kepemimpinan yang justru diisi dengan perebutan kekuasaan secara brutal.

Gelombang serangan balasan dan blokade jalanan dadakan ini telah menyebarkan ketakutan dan ketidakpastian di seluruh Meksiko, di mana kelompok kriminal saling berebut kendali wilayah dengan kekerasan. Untuk menanggulangi situasi, Sekretaris Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan bahwa 2.500 personel keamanan tambahan akan dikirim ke Jalisco.

Sheinbaum juga mengklaim bahwa lebih dari 250 blokade jalan yang didirikan di 20 negara bagian sebagai respons atas penyerbuan itu telah berhasil dihilangkan. Pejabat Meksiko berupaya meredakan kekhawatiran akan gangguan jangka panjang akibat operasi ini, dengan Presiden Sheinbaum menyebut penerbangan dari dan menuju Puerto Vallarta, Jalisco, diharapkan dapat kembali normal pada Senin atau Selasa.

Meski demikian, Departemen Luar Negeri AS melalui akun media sosialnya pada Senin lalu menyatakan bahwa penerbangan di Puerto Vallarta masih terganggu akibat ketersediaan awak. Namun, mereka memastikan bandara lain di Meksiko sebagian besar beroperasi normal, kecuali Guadalajara dan Puerto Vallarta yang mungkin mengalami sedikit gangguan terkait keamanan.

Insiden ini menegaskan betapa kompleksnya perang melawan narkoba di Meksiko. Meski pemerintah berupaya mengendalikan situasi, bayang-bayang kekerasan dan potensi konflik baru selalu mengintai, terutama dengan adanya kekosongan kekuasaan di struktur kartel.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook