EBOLA MENGANCAM PIALA DUNIA, TIGA NEGARA SIAGA SATU - Berita Dunia
← Kembali

EBOLA MENGANCAM PIALA DUNIA, TIGA NEGARA SIAGA SATU

Foto Berita

Jelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, ketiga negara tuan rumah secara serentak mengumumkan kebijakan perjalanan ketat untuk mencegah masuknya virus Ebola. Langkah ini diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus Bundibugyo yang merebak di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai 'darurat kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan dunia'.

Data terbaru menunjukkan virus ini telah menginfeksi sedikitnya 488 orang di DRC dan merenggut 86 jiwa. Uganda juga melaporkan 19 kasus dengan dua kematian, yang memaksa negara itu menutup sebagian besar perbatasan baratnya dengan DRC. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahkan memperingatkan wabah ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah, menyaingi epidemi mematikan tahun 2014-2016 di Afrika Barat.

AS langsung mengambil langkah paling keras dengan melarang masuk semua non-warga negara yang pernah berada di DRC, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir. Larangan ini juga diperluas ke pemegang kartu hijau. Bandara-bandara besar seperti Washington Dulles dan Atlanta kini menerapkan pemeriksaan kesehatan super ketat bagi pelancong dari wilayah terdampak.

Sementara itu, Kanada memberlakukan larangan masuk sementara selama 90 hari bagi penduduk DRC, Uganda, dan Sudan Selatan. Warga negara Kanada yang pulang dari wilayah tersebut diwajibkan menjalani karantina 21 hari. Meksiko juga tak kalah waspada dengan meningkatkan screening di bandara dan mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke DRC.

Yang menarik, Timnas DRC yang lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974 justru membatalkan kamp pelatihan di negara sendiri. Mereka memilih basecamp di Belgia untuk menghindari risiko penularan. Pemerintah AS bahkan memastikan delegasi DRC akan berada dalam 'gelembung' ketat selama turnamen berlangsung.

Analisis: Langkah ini menunjukkan bahwa keamanan kesehatan menjadi prioritas utama di atas euforia olahraga. Dengan lebih dari satu juta suporter diperkirakan akan membanjiri Amerika Utara, potensi penyebaran virus sangat nyata. Kebijakan karantina dan larangan perjalanan ini memang kontroversial karena berpotensi menghambat arus wisatawan dan pedagang, seperti yang sudah dirasakan warga di perbatasan Uganda-DRC. Namun, di sisi lain, ini adalah bentuk tanggung jawab negara tuan rumah untuk melindungi warganya dan para pengunjung dari ancaman pandemi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook