Warga Iran-Amerika menggelar aksi protes keras di Los Angeles saat tim nasional Iran bertanding di Piala Dunia. Mereka menuntut pencopotan rezim ulama Iran dan mengecam keterkaitan timnas dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Aksi ini memicu perdebatan sengit soal politik dan olahraga.
Striker Iran, Mehdi Taremi, mengaku ketegangan politik AS-Iran merusak kegembiraan Piala Dunia. Sementara itu, situasi Timur Tengah memanas. Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang ditengahi AS baru berlangsung 12 hari, tetapi pertempuran masih berlanjut. BBC melaporkan warga sipil jadi korban, termasuk serangan drone Iran yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Di sisi lain, blokade rival AS dan Iran di Selat Hormuz berubah menjadi 'adu nyali'. Kapten Raman Kapoor dari salah satu kapal yang terdampar menggambarkan situasi genting di tengah perebutan kekuasaan. Analis BBC, Lyse Doucet, menyebut ini uji tekad yang bisa memicu konflik lebih luas. Dampaknya? Harga minyak dunia berpotensi melonjak, mengancam pemulihan ekonomi global yang masih rapuh.