DEWAN TRUMP GELAR RAPAT PERDANA, GAZA TETAP DIKEPUNG? - Berita Dunia
← Kembali

DEWAN TRUMP GELAR RAPAT PERDANA, GAZA TETAP DIKEPUNG?

Foto Berita

Hamas mendesak keras 'Dewan Perdamaian' bentukan Presiden Donald Trump untuk segera bertindak. Tuntutannya jelas: menghentikan pelanggaran Israel yang terus berlanjut di Gaza serta memastikan fase kedua perjanjian damai yang dimediasi AS Oktober lalu bisa berjalan penuh.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dengan tegas menyebut situasi di Gaza sebagai 'perang genosida' yang terus terjadi melalui pembunuhan, pengungsian, pengepungan, dan kelaparan. Ia merinci, sejak kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel pada Oktober tahun lalu, lebih dari 600 warga Palestina tewas dan setidaknya 1.600 lainnya terluka akibat serangan Israel. Hamas juga mendesak Dewan pimpinan Trump ini untuk memfasilitasi masuknya komite teknokrat yang bertugas membangun kembali Gaza yang hancur, agar penderitaan warga bisa segera berakhir. Mereka juga menuntut pencabutan total blokade Gaza dan pembukaan penuh penyeberangan, bukan sekadar pembukaan parsial yang masih diwarnai berbagai pelanggaran. Ada kekhawatiran serius bahwa Israel justru akan memanfaatkan Dewan ini sebagai 'kedok' untuk melanjutkan perang dan menghambat rekonstruksi.

Di lapangan, laporan terbaru menunjukkan kekerasan tak kunjung reda. Artileri Israel menghantam lingkungan Tuffah di Kota Gaza, tank-tank Israel menembakkan senapan mesin berat di Khan Younis. Sebuah drone juga menargetkan warga sipil di al-Maghraqa, melukai seorang warga. Kapal perang Israel bahkan menembaki nelayan di lepas pantai Gaza dan menahan dua orang. Penghancuran area permukiman di utara dan selatan Jalur Gaza juga masih terus berlanjut.

Krisis kemanusiaan di Gaza makin memburuk. Israel masih menghambat keras masuknya bantuan vital dan mencegah ribuan pasien serta korban luka berat keluar untuk mencari perawatan medis di luar negeri. Stéphane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengungkapkan bahwa kurang dari 60 persen bantuan penting dari Mesir bisa masuk ke Gaza. Pergerakan tim kemanusiaan pun terus menghadapi banyak rintangan, meski PBB terus berupaya berkoordinasi dengan otoritas Israel.

Dewan Perdamaian Trump, yang terbilang kontroversial, akan mengadakan pertemuan formal perdananya di Washington D.C. Kamis ini. Dibentuk pada Januari lalu di Forum Ekonomi Dunia Davos dan kini diketuai langsung oleh Trump, Dewan ini awalnya bertujuan mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza. Namun, tujuannya kini meluas untuk 'menyelesaikan berbagai persoalan,' menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana efektivitas dan fokusnya dalam menghadapi krisis Gaza yang kompleks dan mendesak. Pertemuan ini akan menjadi ujian sejauh mana Dewan tersebut bisa membawa perubahan nyata di tengah penderitaan yang tak kunjung usai.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook