TRUMP GALANG DANA GAZA, INDONESIA KIRIM PASUKAN DAMAI! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP GALANG DANA GAZA, INDONESIA KIRIM PASUKAN DAMAI!

Foto Berita

Miliaran dolar digelontorkan, ribuan pasukan siap diterjunkan. Itulah gambaran singkat dari langkah ambisius mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk Gaza. Dalam pertemuan perdana 'Board of Peace' di Washington DC, Kamis lalu, Trump mengumumkan sembilan negara telah sepakat menyumbangkan total 7 miliar dolar AS untuk dana rekonstruksi Jalur Gaza. Ini ditambah janji AS sendiri sebesar 10 miliar dolar AS, meski peruntukannya belum dirinci.

Sembilan negara yang berkomitmen menggelontorkan dana awal rekonstruksi Gaza itu adalah Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Trump menegaskan, setiap dolar yang diinvestasikan adalah harapan dan investasi untuk stabilitas kawasan.

Tak hanya dana, upaya stabilisasi juga menjadi fokus. Lima negara, termasuk Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania, menyatakan kesiapan mengirim pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan dengan tegas menyebut Indonesia siap menyumbang hingga 8.000 pasukan. Pasukan multinasional ini rencananya akan dipimpin seorang jenderal AS dengan wakil dari Indonesia, dan akan memulai misinya di Rafah, sebuah kota yang kini menjadi sorotan utama. Tujuannya adalah melatih kepolisian baru dan membentuk kekuatan stabilisasi yang melibatkan 12.000 polisi dan 20.000 pasukan.

Namun, di balik optimisme ini, ada sejumlah tantangan besar. Total dana yang terkumpul, sekitar 17 miliar dolar AS (jika semua janji terealisasi), masih jauh dari estimasi kebutuhan rekonstruksi Gaza yang mencapai 70 miliar dolar AS, menyusul hancurnya wilayah tersebut akibat perang genosida Israel selama lebih dari dua tahun.

Rencana ini juga tidak luput dari kritik. 'Board of Peace' dinilai timpang karena melibatkan perwakilan Israel tapi tidak mengikutsertakan Palestina. Di sisi lain, isu pelucutan senjata Hamas menjadi ganjalan serius. Hamas enggan menyerahkan senjatanya selama Israel masih terus melancarkan serangan harian, menuntut pasukan internasional harus terlebih dahulu memantau gencatan senjata dan mencegah agresi Israel.

Al Jazeera melaporkan dari Gaza City, bahwa warga Palestina menginginkan solusi konkret, bukan sekadar janji-janji. Pengalaman pahit di masa lalu, di mana konferensi dan upaya rekonstruksi seringkali berakhir dengan penundaan dana atau rencana yang tak terealisasi, membuat mereka skeptis. Mereka tak ingin 'Board of Peace' hanya menjadi daftar panjang janji tanpa implementasi nyata.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook