PM INGGRIS TAHU RAHSIA MANDELSON-EPSTEIN, MINTA MAAF! - Berita Dunia
← Kembali

PM INGGRIS TAHU RAHSIA MANDELSON-EPSTEIN, MINTA MAAF!

Foto Berita

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kini jadi sorotan tajam setelah mengakui dirinya sudah mengetahui kedekatan mantan Duta Besar untuk AS, Peter Mandelson, dengan terpidana kejahatan seks Jeffrey Epstein, bahkan saat Starmer menunjuknya ke posisi diplomatik strategis. Pengakuan mengejutkan ini muncul menyusul bocoran file Epstein terbaru yang mengungkap rincian hubungan jauh lebih gelap antara Mandelson dan miliarder pelaku kejahatan seks tersebut.

Dalam rilis file terbaru Departemen Kehakiman AS, terungkap bahwa Mandelson tetap menjalin hubungan dengan Epstein bahkan setelah Epstein menjalani hukuman pada tahun 2008 karena meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur. Yang lebih parah, ada dugaan Mandelson menerima pembayaran dari Epstein dan mungkin telah berbagi informasi sensitif pasar yang menguntungkan secara finansial bagi Epstein.

Menyikapi gelombang kekecewaan publik, Starmer pada Kamis lalu menyampaikan permintaan maaf tulus kepada para korban Epstein. "Sudah lama diketahui publik bahwa Mandelson mengenal Epstein, tapi tidak ada dari kami yang tahu kedalaman dan kegelapan hubungan itu," ujar Starmer penuh penyesalan. "Saya minta maaf. Maaf atas apa yang menimpa Anda, maaf karena banyak orang berkuasa mengecewakan Anda, maaf karena telah memercayai kebohongan Mandelson dan menunjuknya."

Rentetan skandal ini langsung berbuntut panjang. Setelah media Inggris ramai memberitakan dugaan Mandelson secara ilegal membagikan informasi sensitif pasar 15 tahun lalu—saat ia menjabat Menteri Bisnis di tengah krisis keuangan 2008—Mandelson memilih mundur. Ia mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Buruh dan sebelumnya telah mundur dari House of Lords. Dalam suratnya, Mandelson mengaku menyesal dan tidak ingin menimbulkan rasa malu lebih lanjut bagi Partai Buruh.

Skandal ini jelas menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Partai Buruh dan kredibilitas Starmer, apalagi setelah mereka baru kembali berkuasa. Kejadian ini juga kembali menyoroti pentingnya proses uji kelayakan (vetting) yang ketat bagi pejabat publik, terutama ketika melibatkan individu dengan individu dengan masa lalu kontroversial. Dampaknya tak hanya pada citra politik, namun juga membuka potensi penyelidikan hukum atas dugaan pembocoran informasi sensitif negara. Kasus ini sekali lagi membuktikan bagaimana jaringan Jeffrey Epstein terus membongkar rahasia dan menyeret nama-nama besar, bahkan setelah kematiannya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook