MILITER ISRAEL DI AMBANG KOLAPS, NEGARA MENUJU BENCANA? - Berita Dunia
← Kembali

MILITER ISRAEL DI AMBANG KOLAPS, NEGARA MENUJU BENCANA?

Foto Berita

Pemimpin oposisi utama Israel, Yair Lapid, melontarkan peringatan keras mengenai kondisi militer negara itu. Menurut Lapid, pasukan Israel kini "terlalu diregangkan hingga batasnya dan bahkan lebih" akibat perang multi-front yang melibatkan Iran dan Hezbollah di Lebanon. Ia menuduh pemerintahan saat ini menyeret negara menuju "bencana keamanan" karena dinilai tidak memiliki strategi jelas, minim sumber daya, dan jumlah tentara yang tidak memadai.

Kekhawatiran Lapid bukan tanpa dasar. Sebelumnya, Kepala Militer Eyal Zamir juga menyampaikan sinyal serupa dalam rapat kabinet keamanan yang bocor ke publik. Bahkan, juru bicara militer Effie Defrin secara terbuka menyatakan perlunya "lebih banyak tentara tempur" untuk membangun zona penyangga pertahanan di Lebanon selatan, yang rencananya akan membentang hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

Rencana Israel menguasai sebagian Lebanon selatan ini sontak memicu protes keras dari Lebanon, yang berencana melaporkan ancaman kedaulatannya ke Dewan Keamanan PBB. Situasi di lapangan memang memanas. Analis militer dan politikus oposisi Israel menilai rencana zona penyangga tersebut akan sangat mahal. Terbukti, pertempuran dengan Hezbollah di Lebanon selatan telah merenggut nyawa dua tentara Israel dan seorang warga sipil di Israel akibat serangan rudal anti-tank dari Lebanon.

Di front lain, serangan gabungan Amerika Serikat-Israel ke Iran sejak akhir Februari telah menewaskan hampir 2.000 orang. Balasan Iran juga tak kalah mematikan, menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 5.200 warga Israel. Konflik ini semakin menambah beban militer Israel yang juga terus melancarkan serangan hampir setiap hari di Jalur Gaza, meskipun telah ada "gencatan senjata" pada Oktober 2025 (tanggal ini kemungkinan merupakan kekeliruan ketik, mengacu pada situasi konflik yang berkelanjutan saat ini).

Kondisi ini menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan masyarakat Israel. Banyak yang merasa strategi yang diterapkan oleh pemerintah dan kepemimpinan militer saat ini tidak membawa hasil positif. Ketidakpuasan publik dan ketegangan politik internal ini berpotensi memperparah eskalasi konflik regional yang sudah sangat rumit, menempatkan Israel pada persimpangan jalan yang penuh tantangan dan memicu pertanyaan serius tentang masa depan keamanan negara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook