BO-KAAP MERANA: WARISAN BUDAYA TERANCAM, WARGA ASLI TERUSIR! - Berita Dunia
← Kembali

BO-KAAP MERANA: WARISAN BUDAYA TERANCAM, WARGA ASLI TERUSIR!

Foto Berita

Di balik pesona Cape Town yang kian mendunia sebagai surga pariwisata dan destinasi favorit para pekerja digital, sebuah krisis senyap melanda jantung kota: Bo-Kaap. Permukiman bersejarah dengan rumah warna-warni khas ini, yang telah menjadi rumah bagi komunitas Muslim selama lebih dari dua abad, kini menghadapi ancaman serius. Kenaikan harga properti yang tak terkendali, lonjakan minat investor asing, dan maraknya sewa jangka pendek seperti Airbnb, perlahan mengikis identitas Bo-Kaap dan mengancam keberadaan warga aslinya.

Yasser Booley, seorang fotografer dan warga generasi kedelapan Bo-Kaap berusia 50 tahun, menyaksikan perubahan pahit ini secara langsung. “Budaya hidup saya perlahan dicekik akibat penjualan rumah secara masif kepada individu berduit yang sebagian besar tidak punya ikatan dengan tempat ini,” keluhnya. Ia mengingat Bo-Kaap sebagai tempat di mana keluarga besar tinggal berdekatan, terikat oleh masjid, sekolah, dan sejarah kolektif yang dibentuk oleh budaya, penjajahan, hingga apartheid. Kini, tenun sosial itu terancam putus.

Data dari Seeff Property Group menguak fakta mengejutkan: sekitar seperempat dari total penjualan properti di kawasan Atlantic Seaboard dan City Bowl tahun lalu, atau senilai 2,8 miliar rand (sekitar Rp2,5 triliun), disumbang oleh pembeli asing. Fenomena ini membuat warga Bo-Kaap, terutama generasi muda, kesulitan memiliki atau menyewa rumah di kampung halaman mereka sendiri. Rumah-rumah yang dulunya menjadi warisan turun-temurun kini beralih tangan ke investor atau disulap menjadi akomodasi turis.

Kondisi ini bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan juga penggerusan warisan budaya dan kohesi sosial yang tak ternilai. Apa gunanya sebuah kota memiliki daya tarik kelas dunia jika penduduk asli yang membentuk karakternya harus terpinggirkan? Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu segera merumuskan kebijakan yang melindungi komunitas lokal, seperti pembatasan sewa jangka pendek di area bersejarah, zonasi khusus, atau program perumahan terjangkau, agar Bo-Kaap tetap menjadi rumah bagi jiwanya, bukan sekadar etalase turis semata.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook