ISRAEL KEMBALI GEMPUR LEBANON, ANCAMAN PERANG MELUAS - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL KEMBALI GEMPUR LEBANON, ANCAMAN PERANG MELUAS

Foto Berita

Beirut, Al Jazeera – Israel kembali mengeluarkan perintah evakuasi massal untuk 29 lokasi di Lebanon selatan, termasuk 25 desa di Distrik Nabatieh dan empat di Distrik Sidon. Warga di wilayah itu diminta segera mengungsi ke utara Sungai Zahrani. Langkah ini terjadi di tengah klaim Israel bahwa mereka merespons serangan roket dari Hizbullah yang dianggap melanggar gencatan senjata.

Serangan udara Israel langsung menyasar kota Froun di Distrik Bint Jbeil tak lama setelah perintah evakuasi dikeluarkan. Kota Nabatieh, yang dulunya ramai, kini porak-poranda. Hanya satu rumah sakit yang masih berfungsi di wilayah selatan Lebanon, dan kota itu terus dihantam gempuran Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan ini semakin memanas setelah Iran menegaskan bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Namun, pengalaman pahit masih membekas. Saat AS dan Iran menyetujui gencatan senjata sementara pada April lalu, Israel justru melancarkan serangan paling mematikan di Lebanon, dengan lebih dari 350 korban jiwa dalam satu hari. Israel saat itu menyatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Menteri Keamanan Nasional Israel yang ekstrem kanan, Itamar Ben-Gvir, kembali menyerukan serangan habis-habisan ke Hizbullah. Ia bahkan menyebut harus ada balasan rudal untuk setiap drone yang diluncurkan dari Lebanon. Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mendesak PM Benjamin Netanyahu untuk meratakan kawasan Dahiyeh di pinggiran selatan Beirut, markas kuat Hizbullah, sebagai respons atas masuknya dua drone Israel.

Analisis: Situasi ini menunjukkan bahwa Israel tidak akan mundur meskipun ada tekanan internasional. Ancaman perluasan perang ke Lebanon sangat nyata, terutama jika kesepakatan Iran-AS kembali diabaikan. Warga sipil di Lebanon selatan kembali menjadi korban utama, sementara kelompok garis keras di Israel terus mendorong eskalasi militer.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook