Pernyataan kontroversial kembali meluncur dari mulut eks Presiden AS Donald Trump. Kali ini, Somalia jadi sasaran dengan sebutan 'negara dunia keempat', sekaligus mengulang tudingan tanpa bukti terhadap anggota kongres Ilhan Omar.
Berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Trump blak-blakan menyebut Somalia sebagai 'negara dunia keempat', sebuah istilah yang tidak umum dalam klasifikasi geopolitik dan cenderung merendahkan. Tak hanya itu, ia juga kembali menyerang Ilhan Omar, anggota kongres keturunan Somalia, dengan tudingan liar tanpa dasar bahwa Omar masuk ke Amerika Serikat secara ilegal setelah menikahi saudara kandungnya sendiri. Tuduhan ini, yang telah berulang kali disuarakan dan dibantah keras oleh Omar sebagai 'sakit', belum pernah terbukti kebenarannya.
Analisis: Pernyataan Trump ini bukan hanya sekadar retorika biasa. Sebutan 'negara dunia keempat' dari seorang pemimpin AS bisa memicu gejolak diplomatik dan merusak citra Somalia di mata internasional, berpotensi mempengaruhi bantuan asing atau investasi. Sementara itu, tudingan terhadap Ilhan Omar, yang merupakan salah satu dari dua perempuan Muslim pertama di Kongres AS, seringkali dijadikan 'amunisi' politik untuk menyerang dirinya dan Partai Demokrat. Ini juga menunjukkan pola komunikasi Trump yang kerap menggunakan klaim provokatif dan tidak berdasar untuk memicu kontroversi serta menggalang dukungan dari basis pemilihnya, terlepas dari fakta atau kebenaran yang ada.