Ketegangan di Israel memanas setelah polisi bentrok dengan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks pada Minggu kemarin. Mereka menolak keras kebijakan wajib militer yang akan direformasi pemerintah. Aksi protes ini makin memanas ketika dua tentara wanita Israel dikejar oleh kerumunan pria ultra-Ortodoks yang marah.
Persoalan siapa yang wajib mengabdi di militer Israel memang jadi isu panas yang tak kunjung usai. Pemerintah berencana mereformasi sistem tersebut, namun justru memicu gejolak di kalangan komunitas ultra-Ortodoks yang secara tradisional bebas dari kewajiban militer demi fokus pada studi keagamaan.
Kondisi ini menyoroti jurang pemisah sosial dan agama yang dalam di Israel. Kebijakan pembebasan wajib militer bagi ultra-Ortodoks sering dikritik kelompok Yahudi sekuler yang merasa tidak adil dan terbebani. Reformasi yang diusulkan pemerintah bertujuan untuk pemerataan beban, namun justru memperkeruh suasana, mengancam stabilitas internal negara di tengah situasi keamanan yang sudah menantang.