JALUR RAHASIA DAMAI TIMUR TENGAH DIBUKA? KUNCI DI PAKISTAN! - Berita Dunia
← Kembali

JALUR RAHASIA DAMAI TIMUR TENGAH DIBUKA? KUNCI DI PAKISTAN!

Foto Berita

Di tengah riuhnya eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang kerap mengguncang ekonomi global, geliat diplomasi kini bergerak lebih cepat dari biasanya. Empat negara kuat, yakni Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki, baru-baru ini menggelar pertemuan tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan. Bukan sekadar kumpul biasa, konsultasi dua hari ini menjadi upaya regional paling terkoordinasi untuk membuka jalan menuju perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Pakistan tampil sebagai jantung dari inisiatif perdamaian ini. Perdana Menteri Shehbaz Sharif bahkan sudah dua kali bertelepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, hanya dalam lima hari. Fokus utama pembicaraan? De-eskalasi ketegangan dan pembangunan 'kepercayaan', sebuah elemen yang disebut Teheran sering absen dalam negosiasi sebelumnya. Iran, lewat Presiden Pezeshkian, menegaskan bahwa mereka membutuhkan langkah konkret untuk membangun keyakinan, seperti jeda serangan, sebelum bersedia duduk satu meja dengan Washington. Keraguan Iran cukup beralasan, mengingat pengalaman mereka diserang di tengah perundingan nuklir sebelumnya.

Pertemuan di Islamabad ini bukanlah dadakan. Ini adalah hasil pengembangan dari mekanisme yang pertama kali dibahas dalam pertemuan negara-negara Muslim dan Arab di Riyadh awal bulan ini. Kini, jalur diplomatik empat negara ini makin kokoh, dengan Pakistan menjadi perantara utama antara Washington dan Teheran. Bahkan, Tiongkok pun sudah menyatakan dukungan penuh terhadap upaya mediasi Pakistan, sekaligus mendorong Iran untuk aktif terlibat dalam proses diplomatik ini. Sebuah sinyal jelas bahwa kekuatan global pun mulai mendukung inisiatif regional ini.

Para diplomat menyebut, pertemuan empat negara ini memang bukan untuk menghasilkan gencatan senjata secara langsung. Tujuannya lebih pada menyelaraskan posisi regional dan menyiapkan landasan untuk potensi keterlibatan langsung AS-Iran. Jika kontak-kontak yang ada saat ini terus berjalan mulus, bukan tidak mungkin Menlu AS Marco Rubio dan Menlu Iran Abbas Araghchi bisa bertemu dalam hitungan hari, bahkan di Pakistan. Wakil Presiden AS JD Vance juga disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang bisa berbicara dengan pihak Iran. Namun, semua jadwal ini masih sangat bergantung pada satu syarat penting: Washington kemungkinan besar harus mengumumkan jeda sementara dalam serangan mereka untuk memenuhi tuntutan Iran akan langkah membangun kepercayaan. Langkah ini krusial untuk membuka pintu dialog dan meredakan ketegangan yang selama ini memicu ketidakpastian di kawasan dan pasar dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook