HEBOH RUDAL JARAK JAUH KE AS-INGGRIS: IRAN BANTAH KERAS! - Berita Dunia
← Kembali

HEBOH RUDAL JARAK JAUH KE AS-INGGRIS: IRAN BANTAH KERAS!

Foto Berita

Tuduhan mengejutkan mengenai serangan rudal jarak jauh ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Pulau Diego Garcia memicu ketegangan baru di kancah global. Namun, Iran dengan tegas membantah terlibat, bahkan menyebut klaim tersebut sebagai 'serangan bendera palsu' atau false flag yang sengaja disebarkan oleh Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada hari Senin (Waktu Setempat) menyatakan tuduhan ini adalah bagian dari pola 'disinformasi'. Pernyataannya ini muncul setelah Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan aliansi tersebut tidak bisa mengkonfirmasi klaim Israel bahwa rudal yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) Iran.

'Bahkan Sekjen NATO yang biasanya mendukung kebijakan AS saja enggan membenarkan disinformasi terbaru Israel ini. Itu menunjukkan dunia sudah lelah dengan narasi false flag yang usang dan tidak kredibel,' tulis Baghaei di platform X.

Insiden ini menjadi sorotan setelah beberapa media AS, termasuk The Wall Street Journal, melaporkan adanya peluncuran rudal antara Kamis malam hingga Jumat pagi yang gagal mengenai pangkalan Diego Garcia. Jika Iran terbukti di balik serangan ini, berarti mereka memiliki rudal balistik dengan jangkauan lebih dari 4.000 km, sebuah kemampuan yang bisa mencapai ibu kota Inggris, London, dan mengubah perhitungan kekuatan militer global secara signifikan.

Padahal, sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC awal bulan ini menyatakan, 'Kami sengaja membatasi jangkauan rudal kami di bawah 2.000 km karena tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia.'

Meskipun Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengecam 'ancaman Iran yang sembrono,' ia menegaskan London tidak akan terseret ke dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Bahkan, Menteri Perumahan Inggris Steve Reed menambahkan bahwa tidak ada indikasi Iran berniat atau bahkan mampu menjangkau Inggris dengan rudal mereka.

Pangkalan udara militer AS-Inggris di Diego Garcia adalah fasilitas strategis yang menampung hampir 2.500 personel, mayoritas warga Amerika. Pangkalan ini telah menjadi tulang punggung operasi militer AS mulai dari Perang Vietnam, Irak, Afghanistan, hingga serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman.

Klaim awal datang dari kepala militer Israel, Eyal Zamir, yang menuduh Iran menggunakan 'rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km' untuk menargetkan pangkalan tersebut. Israel, sekutu dekat AS, selama ini memang gencar melobi Washington untuk melakukan intervensi militer terhadap program rudal dan nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman. Namun, berbagai pemerintahan AS sebelumnya memilih jalur sanksi ekonomi daripada serangan militer langsung.

Tensi antara Washington dan Teheran memang memanas, terutama setelah laporan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sekitar tiga minggu lalu. Kisah 'serangan rudal' ke Diego Garcia ini menambah kompleksitas di tengah intrik geopolitik yang tak kunjung mereda, menyoroti perang informasi yang kian intens di kawasan strategis tersebut. Jika benar Iran memiliki kemampuan rudal sejauh itu, kalkulasi ancaman global akan berubah drastis, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya ke seluruh dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook