40 HARI ULTIMATUM, HENTIKAN KEKERASAN GENDER DI KENYA - Berita Dunia
← Kembali

40 HARI ULTIMATUM, HENTIKAN KEKERASAN GENDER DI KENYA

Foto Berita

Ribuan warga Kenya, didominasi perempuan, membanjiri pusat kota Nairobi pada Senin (21/5) dalam aksi menuntut pemerintah segera menyatakan kekerasan berbasis gender sebagai krisis nasional. Aksi ini dipicu oleh maraknya femisida dan kasus anak hilang yang mencapai angka mengkhawatirkan.

Pemicu aksi adalah pembunuhan brutal terhadap penyanyi gospel Rachel Wandeto. Ia disiram bensin dan dibakar hidup-hidup oleh tiga pria saat berjalan pulang pada 16 Mei lalu. Wandeto meninggal dua hari kemudian dengan luka bakar 85 persen di tubuhnya. Kelompok advokasi memberikan ultimatum 40 hari kepada pemerintah untuk bertindak, atau mereka akan menggelar protes nasional yang lebih besar.

Data dari Federasi Pengacara Perempuan Kenya menunjukkan, mereka menerima sekitar 70 kasus kekerasan gender setiap pekan di tiga kantornya. Lebih dari 10.500 kasus perlindungan anak tercatat antara Januari 2025 hingga Maret 2026, termasuk 1.952 penculikan dan 6.820 kasus penelantaran. Hampir 2.328 anak dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya.

Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah gagal menyelidiki kasus secara tuntas. Mereka menuntut perlindungan lebih kuat, investigasi lebih cepat, hukuman lebih berat, dan dukungan lebih bagi keluarga korban. Mantan Ketua Mahkamah Agung David Maraga turun langsung memberikan dukungan. Sebagai respons, pemerintah mengumumkan pembentukan unit investigasi khusus yang menggabungkan analis intelijen kriminal, ahli forensik, dan penyidik pembunuhan.

Analisis: Aksi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah Kenya. Angka femisida dan kekerasan terhadap anak yang terus melonjak menunjukkan kegagalan sistem perlindungan dan penegakan hukum. Jika pemerintah tidak serius menangani akar masalah, bukan tidak mungkin gelombang protes serupa akan meluas ke negara-negara Afrika lainnya yang juga menghadapi krisis serupa.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook