London, BBC – Dunia seni kehilangan salah satu ikonnya. David Hockney, maestro seni asal Inggris yang terkenal dengan lukisan kolam renang ikoniknya, meninggal dunia di usia 88 tahun. Namun, di balik karyanya yang populer, Hockney menyimpan sejarah perlawanan yang jarang diketahui banyak orang.
Jauh sebelum tren LGBT+ menjadi isu global, Hockney sudah berani melawan hukum. Pada tahun 1961, saat homoseksualitas masih ilegal di Inggris, ia melukis 'We Two Boys Together Clinging'. Lukisan itu menggambarkan dua pria berpelukan—sebuah tindakan berani yang bisa membuatnya dipenjara kala itu. Baru pada 1967, Inggris mendekriminalisasi sebagian hubungan sesama jenis.
Lukisan itu terinspirasi dari puisi Walt Whitman. Gaya awalnya kasar, menyerupai grafiti, penuh garis tajam dan warna berani. Ini sangat kontras dengan gaya realisnya yang terkenal kemudian. "Dia benar-benar perintis yang bangga dengan identitasnya sebelum hukum berubah," ujar Dominic James Bilton, pakar seni Queer British Art Network.
Perubahan besar terjadi saat Hockney pindah ke California pada 1964. Ia melukis seri kolam renang yang membuatnya mendunia. Lukisan seperti 'Peter Getting Out of Nick's Pool' (1966) dan 'Domestic Scene, Los Angeles' (1963) justru menampilkan momen-momen intim dan domestik pasangan gay. Bukan sensasi, tapi gambaran cinta yang biasa dan manusiawi.
"Karya-karya itu sangat queer, sensual, namun juga menunjukkan sisi membosankan dari hubungan gay," tambah Bilton. Hockney, menurutnya, menormalisasi hubungan sesama jenis dengan menunjukkan bahwa mereka hanyalah 'orang biasa yang melakukan hal biasa'. Lukisan paling terkenalnya, 'A Bigger Splash', bahkan dianggap sebagai simbol keberanian untuk 'melompat dan menjalani hidup'.
Dampak dan Analisis
Kepergian Hockney bukan sekadar kehilangan seorang pelukis. Ia adalah saksi sejarah perubahan sosial yang radikal. Dari pelukis yang dianggap kriminal karena karyanya, ia menjadi pahlawan bagi komunitas LGBT+. Warisannya mengingatkan kita bahwa seni bisa menjadi alat perlawanan yang sangat kuat, bahkan sebelum hukum berpihak. Lukisan-lukisannya kini menjadi dokumen visual tentang bagaimana cinta dan identitas diperjuangkan di masa kelam.