Seorang pekerja Palang Merah Internasional (ICRC) baru-baru ini menyerukan akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas dan tanpa hambatan ke Jalur Gaza. Patrick Griffiths, yang baru saja meninggalkan wilayah tersebut, menyoroti kondisi memprihatinkan di sana dan menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki kewajiban untuk memastikan kebutuhan dasar warga Gaza terpenuhi.
Griffiths memang menyambut baik 'pembukaan' perlintasan Rafah dengan harapan ini bisa memberi kesempatan warga Palestina untuk bangkit dan pulih. Namun, ia tak menampik bahwa upaya yang ada saat ini masih jauh dari cukup. Ini mengindikasikan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza masih sangat akut dan membutuhkan respons yang lebih masif.
Situasi di Gaza memang telah mencapai titik kritis. Berbagai laporan dari lembaga kemanusiaan lain menunjukkan bahwa warga menghadapi kekurangan pangan, air bersih, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah. Infrastruktur dasar seperti rumah sakit dan tempat tinggal banyak yang hancur. Oleh karena itu, seruan dari Palang Merah ini menjadi pengingat penting akan darurat kemanusiaan yang tak bisa diabaikan, mendesak semua pihak untuk bertindak lebih cepat demi menyelamatkan jutaan nyawa di sana.