Los Angeles, California – Ribuan tunawisma di Los Angeles kini menempati rumah mungil (tiny homes) yang disediakan pemerintah kota. Langkah ini menjadi sorotan global, terutama menjelang gelaran Piala Dunia 2026 yang akan menjadikan LA sebagai salah satu tuan rumah.
Pemerintah setempat mengklaim program ini efektif memindahkan warga dari tenda-tenda liar di pinggir jalan ke tempat tinggal yang lebih layak. Setiap unit tiny house berukuran sekitar 6 x 3 meter, dilengkapi kasur, meja, dan pemanas. Namun, di balik pencitraan ini, data menunjukkan fakta pahit.
Dari total sekitar 72.000 orang yang hidup tanpa tempat tinggal tetap di seluruh Los Angeles County, program tiny house baru menampung ribuan orang. Artinya, masih ada puluhan ribu lainnya yang terabaikan. Para aktivis dan organisasi sosial menilai program ini hanya solusi sementara (paliatif) yang tidak menyentuh akar masalah, seperti keterjangkauan harga sewa rumah dan krisis ekonomi.
Analisis: Meski niatnya baik, program tiny house berpotensi menjadi 'pembersihan visual' menjelang Piala Dunia. Alih-alih menyelesaikan krisis perumahan, ini bisa menjadi tameng agar para turis dan kamera internasional tidak melihat pemandangan 'memalukan' berupa kamp-kamp tenda di kota megapolitan. Tanpa kebijakan radikal yang mengontrol harga sewa dan membangun perumahan umum massal, krisis tunawisma di LA hanyalah bom waktu yang siap meledak.