HEBOH! RATCLIFFE MINTA MAAF, SEBUT INGGRIS 'DIJAJAH IMIGRAN' - Berita Dunia
← Kembali

HEBOH! RATCLIFFE MINTA MAAF, SEBUT INGGRIS 'DIJAJAH IMIGRAN'

Foto Berita

Pemilik bersama Manchester United, Jim Ratcliffe, kini harus berurusan dengan polemik panas. Pengusaha kaya raya ini menuai kritik tajam setelah menyebut Inggris "dijajah" oleh imigran. Meski sempat bersikukuh, Ratcliffe akhirnya meminta maaf atas komentarnya yang memicu badai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Inggris dan para penggemar Setan Merah sendiri. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pun ikut turun tangan, meski tak menjatuhkan sanksi, mereka mengingatkan Ratcliffe akan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sepak bola Inggris.

Kontroversi ini bermula saat Ratcliffe, yang juga bos raksasa petrokimia INEOS, diwawancarai Sky News pekan lalu. Ia menyoroti kondisi ekonomi Inggris, mengatakan, "Anda tidak bisa punya ekonomi dengan 9 juta orang penerima tunjangan dan tingkat imigran yang sangat tinggi masuk. Maksud saya, Inggris sudah dijajah." Pernyataan ini sontak memicu kegaduhan, mengingat isu imigrasi memang jadi topik sensitif dan memecah belah di Negeri Ratu Elizabeth.

Tak lama setelah komentar itu viral, tekanan pun datang dari berbagai arah. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mendesak Ratcliffe untuk meminta maaf, menegaskan bahwa "Inggris adalah negara yang bangga, toleran, dan beragam." Para penggemar Manchester United, yang dikenal bangga akan keberagaman tim dan basis pendukungnya, juga ikut mengutuk perkataan sang pemilik. Manchester United Supporters Trust bahkan menyatakan, "Kepemimpinan senior seharusnya mempermudah inklusi, bukan malah mempersulit."

Kritikus menuding Ratcliffe munafik, mengingat ia memilih tinggal di Monaco untuk mengurangi beban pajaknya di Inggris. Di sisi lain, pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick (baru ditunjuk hingga akhir musim), menekankan komitmen klub pada kesetaraan dan keberagaman. Carrick menegaskan, "Kami sangat bangga dengan lingkungan dan budaya yang kami miliki di klub, dan kesetaraan, keberagaman, serta saling menghormati adalah sesuatu yang kami coba jalankan setiap hari." Pernyataan Ratcliffe ini tak hanya menciptakan riak di dunia sepak bola, tapi juga menyoroti kompleksitas debat imigrasi dan tanggung jawab sosial figur publik di Inggris, terutama saat menyentuh isu yang begitu krusial bagi identitas nasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook