Pemerintah Venezuela resmi menggandeng raksasa energi Amerika Serikat, General Electric Vernova, untuk menyelamatkan sistem kelistrikan mereka yang amburadul. Kesepakatan ini bertujuan menambah kapasitas listrik hingga 5 gigawatt dalam empat tahun ke depan.
Selama bertahun-tahun, warga Venezuela harus hidup dalam kegelapan akibat pemadaman listrik yang rutin terjadi. Negeri minyak ini justru kesulitan menghidupi pembangkitnya sendiri karena infrastruktur yang tua dan minim perawatan.
Analis energi menilai kerja sama ini menjadi angin segar bagi Venezuela yang terisolasi secara ekonomi. Namun, tantangan terbesar masih membayangi: sanksi AS yang membatasi investasi langsung perusahaan Amerika di Venezuela. General Electric harus berjalan di atas tali tipis antara peluang bisnis dan tekanan politik.
Jika berhasil, kesepakatan ini bisa menjadi pukulan telak bagi krisis listrik yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Tapi jika gagal, mimpi terang benderang warga Venezuela harus kembali kandas.