AI SUPER CANGGIH DIBEKUKAN, TERNYATA TERLALU BERBAHAYA? - Berita Dunia
← Kembali

AI SUPER CANGGIH DIBEKUKAN, TERNYATA TERLALU BERBAHAYA?

Foto Berita

Anthropic, perusahaan pengembang AI terkemuka, secara mendadak menghentikan akses publik ke model AI terbarunya, Claude Fable 5. Langkah drastis ini dilakukan setelah otoritas keamanan nasional Amerika Serikat angkat bicara soal potensi bahaya yang mengintai di balik kecanggihan teknologi tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Anthropic mengaku mendapat perintah untuk membatasi akses warga negara asing terhadap Fable 5. Konsekuensinya, perusahaan terpaksa mematikan total akses ke model Fable 5 dan Mythos 5 untuk semua pelanggan. Padahal, sebelumnya Anthropic sendiri yang menyebut model ini 'terlalu kuat' untuk dirilis ke publik.

Apa yang bikin khawatir? Otoritas AS khawatir dengan metode 'jailbreaking'—teknik untuk menembus batasan keamanan perangkat lunak. Dengan metode ini, hacker bisa menyusup dan mengakses data sensitif. Meski Anthropic menganggap kerentanan yang ditemukan tergolong kecil dan sederhana, pemerintah tetap tidak mau ambil risiko.

Ketegangan ini bukan cuma soal teknis. Ini juga bagian dari perseteruan politik antara Anthropic dan pemerintahan Donald Trump. Trump dan mantan Menteri Pertahanannya, Pete Hegseth, sebelumnya sudah melabeli Anthropic sebagai 'risiko rantai pasok'—stigma yang biasanya disematkan ke perusahaan dari negara musuh. Akibatnya, pemerintah AS melarang instansi federal menggunakan produk Anthropic. Perusahaan pun menggugat balik keputusan ini ke pengadilan.

Para pengamat menilai, kasus ini membuka mata publik tentang dilema keamanan di era AI. Teknologi yang terlalu cerdas bisa menjadi pedang bermata dua: di satu sisi membawa efisiensi, di sisi lain membuka celah keamanan nasional. Bagi Indonesia, ini jadi pelajaran berharga bahwa regulasi AI perlu disiapkan sejak dini, agar manfaat teknologi bisa dinikmati tanpa mengorbankan keamanan negara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook