Gelombang protes kekerasan masih terus menyapu Iran, memicu ketegangan di dalam negeri maupun sorotan internasional. Di tengah gejolak ini, muncul seruan provokatif dari kelompok-kelompok oposisi Iran yang diasingkan. Mereka terang-terangan mendorong para demonstran untuk mengambil alih institusi negara.
Seruan ini bukan isapan jempol belaka. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan ikut menyuarakan dukungannya terhadap langkah tersebut, menambah kompleksitas dinamika politik di kawasan tersebut.
Lantas, siapa sebenarnya kelompok-kelompok oposisi di pengasingan ini? Apa agenda dan tujuan mereka sebenarnya? Dukungan dari tokoh sekelas Trump tentu bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejaknya yang keras terhadap Iran. Pertanyaan besar ini menjadi kunci untuk memahami lebih dalam dinamika di balik aksi massa yang kian memanas di Iran.