KABAR GEMBIRA: AS DAN IRAN SEPAKAT GENJAT SENJATA - Berita Dunia
← Kembali

KABAR GEMBIRA: AS DAN IRAN SEPAKAT GENJAT SENJATA

Foto Berita

TEHERAN, KOMPAS.TV - Sebuah babak baru dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran akhirnya terwujud. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengumumkan bahwa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan AS telah resmi ditandatangani secara elektronik oleh kedua pihak dan langsung berlaku efektif.

"Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah final dengan tanda tangan para presiden. Kini saatnya menguji implementasi perjanjian ini," ujar Baghaei kepada kantor berita IRNA, Rabu (30/4/2025).

Kesepakatan ini mengonfirmasi bahwa AS dan Iran sepakat untuk menghentikan operasi militer, membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut. Menariknya, karena penandatanganan dilakukan secara elektronik, upacara penandatanganan di Jenewa, Swiss, yang sebelumnya dijadwalkan pada Jumat mendatang pun dibatalkan. Namun, tim negosiator kedua negara tetap akan berada di kota tersebut untuk membahas kemungkinan pertemuan tatap muka.

Analisis Dampak dan Isi Perjanjian

Meski kantor Presiden Donald Trump belum mengeluarkan pernyataan resmi, koresponden Al Jazeera, Mike Hanna, melaporkan bahwa juru bicara Gedung Putih telah mengonfirmasi penandatanganan ini. Namun, Hanna memperingatkan bahwa MoU ini kemungkinan akan menuai kritik di dalam negeri AS, terutama dari kelompok sayap kanan yang menganggap Iran diperlakukan terlalu lunak.

"Ada banyak ketidakpuasan terhadap nota kesepahaman ini, bahkan di kalangan Republikan. Mereka khawatir Iran diperlakukan dengan lunak," jelas Hanna.

Isi perjanjian ini ternyata tidak hanya soal senjata nuklir, meskipun Trump menekankan jaminan Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir—klaim yang sudah lama dibantah Teheran. Menurut laporan dari pihak AS, MoU ini mencakup:

  • Jadwal 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.
  • AS akan menggalang "mitra regional" untuk membentuk dana rekonstruksi Iran sebesar 300 miliar dolar AS.
  • Sanksi AS terhadap Iran akan mulai dicabut.
  • AS akan menerbitkan keringanan untuk ekspor bahan bakar Iran.

Pihak Iran sendiri menyambut gembira kesepakatan ini dan menganggapnya sebagai kemenangan. Namun, para pengamat menilai ini baru langkah awal. Pertarungan sesungguhnya adalah bagaimana implementasi di lapangan dan bagaimana pemerintahan Trump bisa 'menjual' kesepakatan ini ke publik AS yang skeptis.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook