Situasi mendebarkan menyelimuti skuad Ghana menjelang turnamen akbar Piala Dunia 2026. Hanya 72 hari sebelum kick-off di Amerika Utara, Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA) secara mengejutkan mengumumkan pemecatan pelatih kepala mereka, Otto Addo. Keputusan drastis ini datang setelah serangkaian hasil minor, termasuk kekalahan pahit dari Jerman dalam laga persahabatan dan kegagalan tim Lolos ke Piala Afrika (AFCON) 2025, menandai absen pertama mereka dari kompetisi regional itu dalam 21 tahun terakhir.
Pemecatan Otto Addo, yang berlaku efektif segera, diumumkan GFA tak lama setelah Black Stars, julukan tim nasional Ghana, takluk 1-2 dari Jerman dalam laga persahabatan di Stuttgart pada 30 Maret 2026. Kekalahan ini menambah panjang daftar catatan buruk Ghana, yang kini telah menelan lima kekalahan beruntun di laga uji coba. Sebelumnya, mereka juga takluk telak 1-5 dari Austria.
Addo sendiri sebenarnya baru diangkat untuk periode kedua kepelatihannya pada Maret 2024. Ia sebelumnya pernah memimpin Ghana di Piala Dunia 2022 Qatar, yang berakhir di fase grup. Ironisnya, di bawah tangan dinginnya pula, Ghana justru berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia berikutnya di Amerika Utara. Di sana, mereka dijadwalkan akan memulai kampanye di Grup L pada 17 Juni melawan Panama di Toronto, bergabung dengan raksasa seperti Kroasia dan Inggris.
Namun, kegagalan Ghana lolos ke AFCON 2025 di Maroko menjadi pukulan telak yang sulit diterima. Padahal, skuad Black Stars dihuni nama-nama bintang Premier League seperti Antoine Semenyo dan Mohammed Kudus. Absennya Ghana dari turnamen regional paling bergengsi itu untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, ditambah rentetan hasil buruk di laga persahabatan, disinyalir menjadi pemicu utama keputusan GFA.
Pemecatan ini tentu saja menimbulkan ketidakpastian besar bagi Ghana yang hanya punya waktu singkat untuk mencari nahkoda baru. Dengan Piala Dunia di depan mata dan harapan besar dari publik, tantangan menanti GFA untuk segera menemukan pengganti yang tepat. Pelatih baru tidak hanya harus mampu menyatukan skuad bertabur bintang dalam waktu singkat, tetapi juga mengangkat moral tim yang tengah terpuruk agar bisa berbicara banyak di panggung dunia. Tekanan besar kini ada di pundak Federasi dan calon pelatih berikutnya untuk membawa Ghana kembali ke jalur kemenangan.