BEIRUT – Israel kembali melancarkan serangan drone ke Lebanon, hanya beberapa saat setelah menyetujui pembaruan gencatan senjata. Langkah ini memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah yang sudah panas.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan bahwa perundingan dengan Amerika Serikat (AS) tidak membuahkan kemajuan. Meski begitu, ia mengakui jalur komunikasi masih terbuka di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington.
Araghchi juga membela serangan Iran terhadap sekutu AS di Teluk sebagai bentuk 'pembelaan diri'. Ia memperingatkan bahwa sanksi tambahan atau aksi militer tidak akan membuat Iran mengubah haluan. Sikap keras ini muncul setelah Kuwait melaporkan bahwa serangan rudal dan drone Iran pada Rabu lalu menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 60 warga sipil.
Analisis Dampak: Eskalasi ini menunjukkan rapuhnya kesepakatan gencatan senjata di kawasan. Bagi masyarakat global, konflik ini berpotensi mengganggu stabilitas harga minyak dan rantai pasok energi. Warga Indonesia di Lebanon dan sekitarnya juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena situasi keamanan bisa memburuk sewaktu-waktu.