MADRID, SPAIN — Paus Leo XIV memulai kunjungan pastoral pertamanya ke Spanyol sejak 2011 dengan pesan yang keras: berhenti memanaskan situasi dengan polarisasi. Dalam pidato pertamanya di Madrid, Sabtu (tanggal), pemimpin umat Katolik sedunia ini menyerukan agar masyarakat meninggalkan narasi memecah belah yang hanya mencari popularitas.
Paus asal Amerika pertama dalam sejarah Vatikan ini menyalahkan teknologi sebagai biang keladi perpecahan. Menurutnya, media sosial dan algoritma justru memperkuat prasangka dan melemahkan kemampuan berpikir kritis masyarakat.
Kritik ini dilontarkan di tengah panasnya panggung politik Spanyol yang tengah diguncang kontroversi imigrasi dan korupsi. Dengan cerdik, Paus Leo mengingatkan sejarah Spanyol sebagai contoh hidup berdampingan antar agama dan budaya. 'Budaya untuk bertemu, bukan konfrontasi, adalah kunci stabilitas dan kemakmuran,' tegasnya.
Yang menarik, dalam kunjungan yang disambut antusias warga Madrid ini, Paus Leo justru melontarkan komentar ringan soal konser Bad Bunny yang berlangsung di waktu bersamaan. 'Kalau ditanya mau lihat Paus atau Bad Bunny, saya yakin banyak yang pilih Bad Bunny. Tapi setidaknya masih ada yang datang ke sini, dan itu sudah berarti,' candanya.
Analisis: Kunjungan ini menjadi uji nyali bagi Paus Leo XIV yang dikenal vokal dalam isu imigrasi, AI, hingga perang AS-Israel di Iran. Ketegangannya dengan Presiden AS Donald Trump juga menambah bobot politik kunjungan ini. Di tengah euforia, pesan Paus soal 'menolak penyederhanaan yang steril' menjadi tamparan bagi politikus populis di Eropa yang kerap menggunakan retorika identitas untuk meraih suara.