Pembentukan kabinet baru ini diharapkan membawa angin segar bagi stabilitas Yaman yang sudah lama didera krisis kemanusiaan terburuk di dunia akibat perang saudara. Namun, dengan intrik politik dan persaingan pengaruh antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang masih membara, jalan menuju perdamaian sejati serta perbaikan nasib rakyat Yaman sepertinya masih sangat panjang dan penuh tantangan. Pemerintahan al-Zindani akan dihadapkan pada tugas berat untuk menyatukan faksi-faksi yang terpecah dan mengatasi krisis multidimensi yang melanda negara tersebut.