Piala Dunia T20 Kricket ke-10 siap bergulir! India dan Sri Lanka didapuk jadi tuan rumah turnamen akbar ini, yang rencananya akan berlangsung selama 30 hari, mulai Sabtu ini hingga 8 Maret mendatang. Namun, euforia olahraga ini dibayangi tensi politik panas yang melibatkan sejumlah negara di Asia Selatan.
Total 55 pertandingan seru akan digelar di delapan lokasi, dengan lima di antaranya berada di India dan tiga di Sri Lanka. Kolombo, Sri Lanka, mendapat kehormatan menjadi lokasi pertandingan pembuka, mempertemukan Pakistan melawan Belanda. Sementara itu, laga final yang sangat dinanti-nanti akan dihelat di Stadion Narendra Modi, Ahmedabad, India.
Format T20 dikenal sebagai kricket cepat, dengan setiap tim bermain 20 over saja. Durasi sekitar tiga sampai empat jam per pertandingan membuat T20 digemari karena aksi-aksi agresif dan pukulan bertenaga yang bisa mengubah jalannya laga dalam sekejap. Sebanyak 20 tim nasional terbaik dunia siap bertarung memperebutkan gelar juara.
Tapi, di balik gemerlap turnamen, aroma konflik diplomatik tak bisa dihindari. Pakistan, misalnya, meminta Dewan Kricket Internasional (ICC) agar seluruh pertandingannya dimainkan di Sri Lanka, bukan India. Mereka khawatir soal keamanan, sebuah permintaan yang juga pernah dikabulkan ICC saat India memilih bermain di tempat netral ketika Pakistan menjadi tuan rumah.
Tak hanya itu, turnamen ini juga diwarnai absennya Bangladesh. Mereka dicoret dari daftar peserta setelah permintaannya untuk memindahkan semua pertandingan dari India, dengan alasan keamanan pemerintah, ditolak ICC. Posisi Bangladesh kemudian digantikan oleh Skotlandia. Ini kali pertama Bangladesh absen di Piala Dunia T20 pria.
Puncak ketegangan terjadi saat pemerintah Pakistan secara terang-terangan menyatakan tak akan bertanding melawan India pada laga Grup A tanggal 15 Februari. Keputusan ini diambil menyusul tuduhan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, yang juga Ketua Dewan Kricket Pakistan, kepada India terkait serangan di Balochistan yang menewaskan banyak korban pekan lalu. Boikot ini jelas memanaskan suasana.
Sekadar informasi, India adalah juara bertahan dan kini berstatus juara dua kali, dengan kemenangan terakhir mereka di edisi 2024. Negara lain yang pernah mencicipi manisnya gelar juara antara lain Pakistan (2009), Inggris (2010, 2022), Hindia Barat (2012, 2016), Sri Lanka (2014), dan Australia (2021). Menariknya, belum ada tim yang berhasil mempertahankan gelar secara beruntun.
Dalam turnamen ini, ke-20 tim dibagi ke dalam empat grup. Masing-masing tim akan bertanding melawan sesama anggota grup sebanyak 40 pertandingan. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak Super 8, menuju puncak kejayaan. Dengan segala intrik di luar lapangan, Piala Dunia T20 kali ini bukan sekadar ajang adu bakat kricket, melainkan juga cerminan dinamika politik yang kompleks di kawasan.