ISRAEL LUNCURKAN OPERASI DARAT, JUTAAN WARGA LEBANON TERUSIR - Berita Dunia
← Kembali

ISRAEL LUNCURKAN OPERASI DARAT, JUTAAN WARGA LEBANON TERUSIR

Foto Berita

Konflik di Timur Tengah makin memanas! Israel kembali melancarkan operasi darat "terbatas dan terarah" serta serangan udara masif ke wilayah selatan Lebanon. Langkah ini, yang diumumkan pada Senin lalu, menargetkan posisi-posisi kelompok Hezbollah dan menandai eskalasi serius di front utara Israel, menambah daftar panjang konflik regional yang kian melebar.

Aksi militer Israel ini disebut-sebut sebagai balasan atas rentetan serangan roket dan drone yang diluncurkan Hezbollah pada 2 Maret lalu. Serangan Hezbollah sendiri diklaim sebagai respons atas insiden pembunuhan tokoh penting terkait Iran di Tehran. Namun, pelanggaran gencatan senjata tidak hanya datang dari satu pihak; Israel juga dituding terus melancarkan serangan hampir setiap hari ke Lebanon, yang jelas melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Dampaknya bagi warga sipil Lebanon sangat mengerikan. Data terbaru menunjukkan, hampir seperlima populasi Lebanon—atau lebih dari satu juta orang—terpaksa meninggalkan rumah mereka dan kini hidup dalam pengungsian. Mereka terlantar dari berbagai wilayah, mulai dari Lebanon selatan yang paling parah, pinggiran selatan Beirut seperti Dahiyeh, hingga wilayah Bekaa Valley dan Baalbek di timur. Di ibu kota Beirut, serangan Israel bahkan menyasar beberapa area padat penduduk.

Angka korban jiwa pun terus merangkak naik. Sejak 2 Maret hingga 16 Maret, setidaknya 886 orang tewas, termasuk 67 wanita, 111 anak-anak, dan 38 pekerja medis. Jika dihitung sejak 7 Oktober 2023, awal mula perang Israel-Hamas di Gaza, jumlah korban tewas di Lebanon telah mencapai lebih dari 5.282 jiwa.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa warga Lebanon yang mengungsi dari selatan tidak akan diizinkan kembali ke rumah mereka sampai keamanan warga Israel benar-benar terjamin. Pernyataan ini tentu saja memperpanjang penderitaan para pengungsi dan memperkeruh masa depan wilayah tersebut.

Eskalasi di Lebanon ini tidak bisa dilepaskan dari konteks konflik yang lebih luas. Sehari setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza, Hezbollah menyatakan solidaritasnya kepada Palestina dengan menembakkan roket ke Israel. Kelompok Houthi di Yaman juga turut ambil bagian dengan menyerang kapal-kapal di Laut Merah, semuanya dalam kerangka "poros perlawanan" yang didukung Iran.

Sementara itu, genosida yang terus berlangsung di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan mengubah wilayah tersebut menjadi puing-puing. Penderitaan di Gaza dan eskalasi di Lebanon menegaskan betapa rapuhnya stabilitas regional dan betapa besar dampak konflik ini terhadap kemanusiaan. Dunia kini menanti, akankah konflik ini terus membesar dan menyeret lebih banyak pihak ke dalam jurang kehancuran?


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook