ISTRI MANTAN KEPONAKAN PENGUASA DUBAI HILANG - Berita Dunia
← Kembali

ISTRI MANTAN KEPONAKAN PENGUASA DUBAI HILANG

Foto Berita

Dubai – Seorang pengacara hak asasi manusia asal Inggris melaporkan bahwa mantan istri dari keponakan penguasa Dubai, Zeynab Javadli, dinyatakan hilang. Kontak dengan perempuan asal Azerbaijan itu terputus sejak Selasa lalu, dan rumahnya di Dubai ditemukan terkunci serta kosong.

Javadli, yang merupakan mantan pesenam internasional, sudah bertahun-tahun terlibat dalam pertarungan sengit untuk hak asuh ketiga anak perempuannya dengan mantan suaminya, Sheikh Saeed bin Maktoum bin Rashid Al Maktoum. Ia berulang kali menyampaikan kekhawatiran akan keselamatannya.

Menurut pengacara dan aktivis David Haigh, ia terakhir berbicara dengan Javadli pada Selasa malam. Sejak saat itu, kata Haigh, Javadli dan ketiga putrinya yang masih kecil ‘lenyap’ tanpa jejak. Ibu Javadli yang baru tiba di Dubai untuk berkunjung mendapati rumah tersebut kosong dengan kunci yang sudah diganti.

“Tidak ada satu pun jawaban dari otoritas setempat tentang apa yang terjadi padanya,” ujar Haigh kepada BBC. Pihak keluarga telah melapor ke polisi Dubai dan konsulat Azerbaijan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Javadli hampir tidak pernah keluar rumah karena yakin petugas keamanan sedang menunggu untuk mengambil anak-anaknya dan mungkin menahannya. Tahun lalu, mantan suaminya melaporkan dia ke polisi atas tuduhan menculik anak-anak mereka, sebagai buntut dari sengketa hak asuh yang pahit. Javadli juga menghadapi ancaman penangkapan atas kasus kejahatan siber di UEA setelah ia melakukan siaran langsung (livestream) salah satu konfrontasi tahun lalu.

“Saya tahu itu adalah kesempatan terakhir saya bersama anak-anak, karena mereka tidak akan pernah mengizinkan saya melihat mereka lagi. Saya benar-benar yakin itu kesempatan terakhir, jadi saya membuka livestream dan meminta bantuan,” jelas Javadli dalam pesan video kepada Haigh.

Pengacara mantan suami Javadli menudingnya sebagai ibu yang tidak layak, gagal menyekolahkan anak-anak, dan membahayakan kesehatan anak bungsu. Tuduhan itu dibantah oleh tim hukum Javadli dengan menyerahkan bukti sebaliknya ke pengadilan.

Haigh mengatakan situasi ini mengingatkannya pada kasus Putri Latifa, putri penguasa Dubai, yang komunikasinya terputus lima tahun lalu saat mencoba melarikan diri dari kendali keluarganya. Kasus ini kembali menyoroti isu kebebasan perempuan dan praktik peradilan di Uni Emirat Arab (UEA) yang kerap dikritik oleh komunitas internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook