GERAKAN LIPAS GEN Z INDIA GELAR PROTEST PERTAMA - Berita Dunia
← Kembali

GERAKAN LIPAS GEN Z INDIA GELAR PROTEST PERTAMA

Foto Berita

New Delhi, India – Kemarahan anak muda India terhadap sistem pendidikan yang carut-marut akhirnya meledak. Gerakan yang menamakan diri 'Partai Lipas Rakyat' atau Cockroach Janata Party (CJP) ini sukses menggelar protes pertama mereka di ibu kota New Delhi pada Sabtu lalu. Ribuan pelajar dan mahasiswa turun ke Jantar Mantar, lokasi protes terkenal di pusat kota, menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.

Uniknya, gerakan ini lahir dari cemoohan. Beberapa waktu lalu, Ketua Mahkamah Agung India menyamakan generasi muda dengan 'kecoa' atau lipas. Ucapan yang dianggap melecehkan itu justru memicu ide brilian dari Abhijeet Dipke, lulusan Boston University. Ia bercanda di media sosial X dengan pertanyaan, 'Bagaimana jika semua kecoa bersatu?' Candaan itu menjadi virus dan melahirkan Partai Lipas Rakyat—sebuah plesetan dari partai berkuasa BJP milik Perdana Menteri Narendra Modi.

Yang mengejutkan, akun Instagram CJP kini memiliki lebih dari 22 juta pengikut. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dari pengikut akun resmi partai PM Modi yang telah berkuasa sejak 2014. Namun, protes kali ini bukan lelucon. 'Peringatan untuk pemerintah Modi sederhana: minta menteri pendidikan mundur. Atau kami tidak akan pergi dari sini,' tegas Dipke di hadapan ribuan pendukungnya.

Kemarahan ini dipicu oleh kebocoran soal ujian kedokteran nasional dan kacau balaunya sistem penilaian ujian sekolah menengah (CBSE). Banyak siswa mengeluhkan kecurangan sistematis yang terjadi setiap tahun tanpa ada pertanggungjawaban politik. Saurav Kushwaha, 17 tahun, rela naik kereta semalaman dari Madhya Pradesh hanya untuk ikut protes. 'Saya awalnya ikuti mereka di Instagram untuk bersenang-senang. Tapi sekarang ada kesempatan nyata untuk membuat menteri mundur,' ujarnya.

Analisis Dampak: Gerakan ini menjadi alarm keras bagi pemerintahan Modi. Dengan separuh dari 1,4 miliar penduduk India berusia di bawah 25 tahun, suara Gen Z tidak bisa lagi diabaikan. Jika tuntutan ini berhasil, ini akan menjadi pertama kalinya dalam 12 tahun kekuasaan Modi seorang menteri dipaksa mundur oleh tekanan publik. Gerakan 'Lipas' ini membuktikan bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan, tapi juga alat mobilisasi politik yang sangat efektif.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook