Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan memerintahkan seluruh instansi federal, termasuk Kementerian Pertahanan, untuk mulai mengidentifikasi dan merilis dokumen-dokumen pemerintah terkait UFO (Unidentified Flying Objects) alias benda terbang tak dikenal dan kehidupan alien. Pengumuman ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social miliknya, di tengah lonjakan minat publik pasca komentar mantan Presiden Barack Obama tentang keberadaan alien.
Keputusan Trump ini muncul setelah pernyataan viral Barack Obama dalam sebuah siniar (podcast) yang menyebut alien itu "nyata", meskipun ia sendiri belum pernah melihatnya dan tidak ada yang disimpan di fasilitas rahasia pemerintah. Obama kemudian mengklarifikasi bahwa secara statistik kemungkinan ada kehidupan lain di alam semesta yang luas itu besar, namun peluang alien mengunjungi Bumi sangat kecil, dan ia tidak melihat bukti kontak selama masa kepresidenannya.
Meskipun tidak secara spesifik menyebut apakah dokumen rahasia akan ikut dirilis, Trump menegaskan bahwa file-file tersebut harus mencakup "segala informasi lain yang terhubung dengan masalah yang sangat kompleks, namun menarik dan penting ini." Menariknya, sebelum pengumuman ini, Trump sempat mengkritik Obama atas komentarnya tentang alien, menyebut Obama "tidak seharusnya melakukan itu" dan mengisyaratkan bahwa hal tersebut mungkin menyentuh informasi rahasia.
Langkah Trump ini disambut baik oleh sejumlah politisi. Anggota DPR dari Partai Republik Anna Paulina Luna dan Senator Demokrat John Fetterman menyuarakan dukungan, menyebutnya "fantastis" dan bahwa "Amerika serta dunia layak mengetahuinya."
Namun, penting untuk diingat bahwa hingga saat ini belum ada bukti konkret mengenai keberadaan kehidupan cerdas di luar Bumi. Laporan Pentagon pada tahun 2024 juga menyatakan tidak memiliki bukti bahwa UFO adalah teknologi alien, melainkan sebagian besar adalah pesawat mata-mata, satelit, atau balon cuaca. Pelepasan dokumen ini, di satu sisi, bisa menjadi langkah transparansi yang ditunggu publik, namun di sisi lain juga berpotensi memicu spekulasi lebih lanjut di tengah minimnya bukti ilmiah yang membenarkan klaim keberadaan alien yang mengunjungi Bumi.