DUNIA GADUH! ISRAEL ANCAM INVASION LEBANON SELATAN - Berita Dunia
← Kembali

DUNIA GADUH! ISRAEL ANCAM INVASION LEBANON SELATAN

Foto Berita

Dunia internasional tengah digegerkan dengan rencana Israel untuk memperluas jangkauan militernya hingga ke wilayah Lebanon Selatan. Kanada dan Prancis tak tinggal diam, kompak menyuarakan kecaman keras dan mendesak Israel untuk segera mengurungkan niatnya melakukan invasi darat yang berpotensi memicu bencana kemanusiaan lebih besar.

Rencana kontroversial ini mencuat setelah Israel mengumumkan akan mengambil alih kendali wilayah sejauh 30 kilometer dari perbatasan, membentang hingga Sungai Litani. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan terang-terangan menyatakan bahwa wilayah tersebut akan menjadi 'zona keamanan' dan pengungsi Lebanon tidak akan diizinkan pulang ke rumah mereka di selatan sungai itu, sampai keamanan bagi warga Israel utara terjamin. Yang lebih mengkhawatirkan, Katz tak segan menyebut bahwa model operasi ini akan meniru 'model Rafah dan Beit Hanoon', dua kota di Gaza yang rata dengan tanah akibat konflik dan pengepungan yang brutal.

Tak hanya itu, Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan Israel dari sayap kanan ekstrem, bahkan melangkah lebih jauh dengan menyerukan aneksasi resmi Lebanon selatan. Baginya, 'perubahan perbatasan Israel' adalah keniscayaan, dan 'perbatasan baru Israel haruslah Sungai Litani'. Pernyataan-pernyataan ini kian memperkeruh suasana, mengindikasikan niat Israel yang jauh melampaui operasi militer biasa, menuju penguasaan teritorial secara permanen.

Kekhawatiran dunia bukan tanpa alasan. Sejak awal bulan ini, serangan Israel di Lebanon telah menelan setidaknya 1.072 korban jiwa dan melukai hampir 3.000 orang. Lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi dari wilayah selatan dan timur negara itu, termasuk ibu kota Beirut, menciptakan krisis kemanusiaan yang parah. Invasi darat yang membayangi ini dikhawatirkan akan memperburuk situasi yang sudah genting, mengubah sebagian Lebanon menjadi zona konflik yang hancur lebur.

Kementerian Luar Negeri Kanada, Global Affairs, menegaskan solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Lebanon, serta mendesak semua pihak untuk bertindak sesuai hukum internasional. Mereka menyerukan perlindungan warga sipil dan melarang serangan terhadap infrastruktur, tenaga kesehatan, serta pasukan perdamaian. Senada, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga memperingatkan dampak kemanusiaan besar-besaran jika operasi darat ini benar-benar dilakukan. Kedua negara ini kompak melihat rencana Israel sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon yang tidak dapat dibenarkan, serta berpotensi memicu destabilisasi regional yang lebih luas.

Sebagai Senior Editor, saya melihat bahwa berita ini sangat krusial. Pergerakan militer Israel dan pernyataan para menterinya menunjukkan eskalasi konflik yang serius di luar Gaza. Jika rencana ini berlanjut, bukan hanya kedaulatan Lebanon yang terancam, tetapi juga stabilitas regional secara keseluruhan. Perbandingan dengan Rafah dan Beit Hanoon memberikan gambaran suram tentang potensi kehancuran massal. Respons tegas dari Kanada dan Prancis mencerminkan kekhawatiran masyarakat internasional terhadap pelanggaran hukum internasional dan dampak kemanusiaan yang tak terhindarkan. Situasi ini menuntut perhatian serius dari PBB dan komunitas internasional untuk mencegah eskalasi menjadi konflik yang lebih luas dan merusak.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook