Aden, kota pelabuhan strategis di Yaman, belakangan ini menunjukkan secercah harapan di tengah konflik berkepanjangan. Gaji para guru, seperti Abu Amjad, mulai terbayar berkat sokongan dana dari Arab Saudi. Ini menjadi tanda positif bagi warga Aden, yang kini bisa merasakan kembali suasana Ramadan dengan pasar yang ramai dan lampu-lampu kota menyala, memberikan 'napas baru' setelah pemerintah Yaman yang didukung PBB dan Saudi kembali bermarkas di sana dari pengasingan.
Namun, ketenangan itu mendadak terusik pekan lalu. Suara tembakan meletus sekitar tiga kilometer dari lokasi Abu Amjad berbelanja pakaian lebaran dengan anak-anaknya. Pasukan keamanan diketahui menembaki pengunjuk rasa yang mencoba menerobos masuk Istana al-Maashiq, markas pemerintah Yaman. Insiden tragis ini menewaskan setidaknya satu orang dan merusak suasana sukacita, sekaligus menyingkap kerapuhan stabilitas yang baru terbangun.
Perdana Menteri Yaman, Shaya al-Zindani, menegaskan stabilisasi Aden menjadi prioritas utama. Pemerintah Yaman saat ini memang berada di posisi terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir, setelah berhasil memukul mundur pasukan separatis Southern Transitional Council (STC) berkat dukungan militer penuh dari Arab Saudi. Upaya perbaikan kondisi di wilayah selatan dan timur yang dikuasai pemerintah ini diharapkan bisa menarik dukungan publik, sekaligus melemahkan pengaruh STC dan pemberontak Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman barat laut, termasuk ibu kota Sanaa.
Meskipun ada kemajuan signifikan dalam layanan dasar dan upaya pembangunan, insiden bentrokan mematikan tersebut adalah pengingat pahit bahwa perdamaian di Yaman masih jauh dari kata utuh. Konflik di Yaman bukan hanya perebutan wilayah, melainkan juga pertarungan kompleks antar berbagai faksi dengan dukungan eksternal berbeda, yang turut memperpanjang krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Stabilitas di Aden, meski krusial, hanyalah satu kepingan kecil dari teka-teki perdamaian Yaman yang jauh lebih besar dan rumit. Warga Aden kini hidup di antara harapan akan masa depan yang lebih baik dan bayang-bayang kekerasan yang bisa datang kapan saja.