KYIV, UKRAINA ā Serangan rudal besar-besaran Rusia mengguncang Kyiv dan sejumlah kota di Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Warga yang sudah mengetahui ancaman ini sejak sepekan lalu, rela mengungsi ke stasiun metro bawah tanah demi menyelamatkan diri. Perusahaan metro Kyiv mencatat, lebih dari 41.000 orangātermasuk hampir 4.500 anak-anakāberlindung di bawah tanah semalaman. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Ledakan dahsyat terdengar hingga dua lantai di bawah tanah. Rusia mengirimkan gelombang rudal dan drone, beberapa di antaranya diduga membawa bahan peledak tambahan atau bertugas memantau kerusakan. Meski Moskow menyebut serangan ini menyasar target militer, warga sipil kembali menjadi korban. Di Kyiv, setidaknya enam orang tewas. Sementara di Dnipro, 16 orang meninggal setelah dua gedung apartemen dihantam rudal. Total lebih dari 90 orang terluka di kedua kota tersebut. Kharkiv di timur laut juga melaporkan 10 korban luka, termasuk seorang anak-anak, setelah fasilitas energi dan infrastruktur sipil mereka dihantam.
Di kawasan Vynohradar, pinggiran Kyiv yang biasanya sepi, pemandangan berubah menjadi neraka. Apartemen bertingkat kehilangan kacanya, mobil-mobil hangus dan ringsek, debu dan asap memenuhi udara. Warga setempat mendengar setidaknya tiga ledakan besar. Beberapa tetangga dilarikan ke rumah sakit dengan luka parah. Anna, warga yang apartemennya berada tepat di pusat ledakan, bercerita sambil menangis bahwa mobilnya hancur total. Namun, ia lebih khawatir dengan kondisi psikologis warganya. "Mereka bisa memperbaiki gedung, tapi tidak dengan jiwa kami," ujarnya. "Seluruh gedung, seluruh Ukraina sedang berduka. Apa salah kami hingga begini?"
Pasca serangan, tim penyelamat dan relawan bahu-membahu membersihkan puing-puing, membagikan makanan, serta memberikan dukungan psikologis. Polisi mengimbau warga menjauhi gedung tinggi karena pecahan kaca masih berjatuhan. Anak-anak setempat ikut membantu membersihkan pusat kegiatan anak yang hancur, di mana mural kupu-kupu ungu masih terlihat di sisa-sisa jendela. Di sisi lain, beberapa anak lainnya bermain ayunan, tak percaya dengan hiruk-pikuk yang terjadi di sekitar mereka.
Analisis Dampak: Serangan ini kembali menunjukkan pola Rusia yang kerap menyerang infrastruktur sipil meski mengklaim menyasar target militer. Dampak psikologis sangat berat, terutama pada anak-anak yang menyaksikan langsung trauma perang. Selain itu, serangan terhadap fasilitas energi di Kharkiv mengancam pasokan listrik dan pemanas di tengah musim dingin yang akan datang. Situasi ini memperkuat kebutuhan Ukraina akan sistem pertahanan udara yang lebih canggih dari negara-negara Barat.