TANKER MINYAK VENEZUELA DIBEKUK AS: JARINGAN BAYANGAN TERBONGKAR? - Berita Dunia
← Kembali

TANKER MINYAK VENEZUELA DIBEKUK AS: JARINGAN BAYANGAN TERBONGKAR?

Foto Berita

Kabar mengejutkan datang dari Samudra Hindia. Militer Amerika Serikat (AS) sukses membekuk kapal tanker minyak berbendera Panama, Veronica III, yang diduga kuat melanggar sanksi dengan mengangkut minyak mentah dari Venezuela. Aksi penyergapan ini diumumkan Pentagon melalui media sosial X pada Minggu waktu setempat. Mereka menyebut Veronica III berupaya menantang blokade yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap kapal-kapal yang terkena sanksi di Laut Karibia, dan mencoba "menghilang".

Namun, AS tak tinggal diam. "Kami melacaknya dari Karibia hingga Samudra Hindia, mendekat, dan menghentikannya," demikian pernyataan Pentagon, yang juga menyertakan video pasukan AS menaiki helikopter lalu merapat ke kapal tanker tersebut. Penangkapan ini bukan yang pertama, pekan lalu Pentagon juga mengintersepsi Aquila II dengan cara serupa. Total, setidaknya sembilan kapal sudah disita sejauh ini.

Veronica III diketahui meninggalkan Venezuela pada 3 Januari, bertepatan dengan hari penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Kapal ini membawa hampir 2 juta barel minyak mentah dan bahan bakar. Menurut data TankerTrackers.com, sejak 2023, Veronica III terlibat dalam perdagangan minyak Rusia, Iran, dan Venezuela. Kapal ini bahkan sudah masuk daftar sanksi AS terkait Iran, menurut situs Departemen Keuangan AS.

Upaya penyitaan ini adalah bagian dari strategi besar pemerintahan Trump untuk mengambil alih kontrol atas penjualan minyak Venezuela. Sekretaris Energi AS, Chris Wright, kepada NBC News Kamis lalu mengungkapkan, penjualan minyak Venezuela yang kini dikendalikan Washington telah menghasilkan lebih dari 1 miliar dolar AS sejak penangkapan Maduro. Ia memproyeksikan, beberapa bulan ke depan, penjualan ini bisa menambah pemasukan hingga 5 miliar dolar AS.

Meski otoritas Maritim Panama menyatakan registrasi Veronica III telah dibatalkan sejak Desember 2024 dan kapal itu tidak lagi terdaftar di sana, Pentagon belum mengonfirmasi apakah Veronica III secara resmi disita dan berada di bawah kendali AS. Mereka hanya menyatakan tidak memiliki informasi tambahan selain unggahan di X.

Patut dicatat, puluhan kapal yang disita belakangan ini hanyalah sebagian kecil dari "armada bayangan" (shadow fleet) yang jauh lebih besar. Armada gelap ini terdiri dari kapal-kapal yang menggunakan bendera palsu atau manipulasi lainnya untuk menyelundupkan minyak mentah, terutama dari negara-negara yang disanksi seperti Venezuela dan Iran, ke pasar global. Menurut seorang pejabat penjaga pantai senior AS yang dikutip AFP, jumlah kapal dalam "armada bayangan" ini bisa mencapai 800 unit di seluruh dunia. Penangkapan ini menunjukkan betapa rumitnya perang ekonomi dan geopolitik di balik perdagangan energi global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook